114 Buronan Besar Ditangkap, Advokat Rudianto : Bukti Komitmen Kejaksaan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA –  Tim Tangkap Buronan (Tim Tabur) Kejaksaan berhasil menciduk buronan Ayong alias Oenardi merupakan terpidana perkara tindak pidana korupsi Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Awerangnge Tahap I Tahun Aanggaran 2005 di Kabupaten  Barru yang merugikan negara Rp300 juta, dan Arief Zailani, tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alat Praktek Otomotif Rekayasa pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau TA. 2018 yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp. 777.200.000,00. Keduanya adalah buronan ke-113 dan 114 yang berhasil ditangkap pada Kamis dan Jumat (20/11/2020).

” Tertangkapnya Ayong alias Oenardi dan Arief Zailani sebagai bukti nyata Kejaksaan berkomitmen dalam melakukan penegakan hukum. Pasalnya, kedua buronan ini merupakan buronan perkara besar yang menarik perhatian serta sorotan publik dimana memang mereka harus menjalani pidana. Equality before the law diterapkan,” kata Rudianto Manurung SH MH dan CLA., di Jakarta, Minggu (22/11).

Tim Tabur dibawah kendali Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Sunarta, lanjut Rudianto membuktikan bahwa komitmen Kejaksaan dalam mengungkap dan menerapkan persamaan bahwa setiap orang di muka hukum (equality before the law) patut diapesiasi dengan bekerja secara profesional.

“Tantangan atau promosi tentu perlu diberikan agar menjadi contoh bagi jaksa-jaksa lain. Tujuannya agar jaksa lain terpacu berkontribusi lebih baik kepada korps Adhyaksa. Kinerja Tim Tabur semakin membuktikan jaksa masih banyak yang bisa bekerja dengan baik, dan tidak seburuk yang dibayangkan sebagian pihak,” jelas  Advokat Muda, Rudianto.

Untuk diketahui, buronan ke-113 dan 114 yang berhasil ditangkap pada Kamis-Jumat (19-20 Nopember 2020), yakni Arief Zailani merupakan buronan perkara tindak pidana korupsi Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau. Warga Jl. Manggis 1 RT. 006 / RW. 007 No. 04 Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan ditangkap tanpa perlawanan di Palm Residences Summarecon Bekasi, Jawa Barat. Jumat (20/11/2020) sekitar pukul. 09.30 WIB menjadi hari naas bagi Arief Zailani.

Arief Zailini ditetapkan sebagai tersangka  berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Nomor: Print-05/L.10/Fd.1/07/2019 tanggal 18 Maret 2019. Dia merupakan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alat Praktek Otomotif Rekayasa pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau TA. 2018 yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp. 777.200.000,00.

Sedangkan Terpidana Ayong (Direktur PT Ardywira Primakarsa) merupakan buronan perkara tindak pidana korupsi Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Awerangnge Tahap I Tahun Aanggaran 2005 di Kabupaten Barru yang merugikan negara Rp300 juta ditangkap Kamis (19/11/2020) oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Negeri Barru yang bekerjasama dengan Tim Tabur Kejaksaan Agung dan Tim Tabur Kejaksaan Negeri Makassar berhasil menangkap terpidana Oenardi alias Ayong di Perumahan Taman Toraja Jalan Danau Poso Nomor 75 Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 23.15 WITA.

“Setelah melalui proses persidangan dan upaya hukum, Ayong diputuskan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama melanggar pasal 3 UU Tipikor Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan pidana penjara selama 2 tahun. Putusan itu sesuai dengan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) Nomor : 254 K/ Pid.Sus/ 2011 tanggal 27 Mei 2011,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono SH MH., Jumat (20/11/2020).

Hari menyebutkan awalnya ketika putusan Mahkamah Agung RI tersebut diterima oleh Jaksa pada Kejaksaan Negeri Barru, karena telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap maka perkara tindak pidana korupsi atas nama Ayong hendak dilaksanakan eksekusi sesuai isi putusan.

“Namun terpidana Ayong tidak kunjung memenuhi panggilan Jaksa untuk hadir ke Kantor Kejaksaan Negeri Barru, kendati sudah dipanggil secara patut 3 kali berturut-turut tanpa keterangan yang dapat dipertanggung-jawabkan. Karena tidak memenuhi panggilan maka nama Ayong dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dinyatakan buron,” jelasnya.

Hari menuturkan, saat program Tabur 3.11 diaktifkan dan digalakan kembali di Tahun 2020 diperoleh informasi bahwa Ayong terpantau berada di kawasan Gunung Mbambapuang hingga kemudian pergerakan Ayong diikuti oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Perburuan terhadap Ayong dibawah koordinasi Asisten Intelijen dan dipimpin oleh Koordinator pada Asintel, anggota Tim Tabur juga diisi para Kasi, Jaksa Fungsional dan staff bersama Tim Tabur dari Kejaksaan Negeri Barru serta dibantu Tim Tabur dari Kejaksaan Negeri Makassar.

Berdasarkan informasi dan dipastikan titik kordinat Ayong,  Tim Tabur langsung menangkap dan mengamankannya tanpa perlawanan berarti. Saat ini Ayong telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Barru guna menjalani hukuman penjara sesuai putusan.  “Keberhasilan penangkapan buronan pelaku kejahatan oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Negeri Barru kali ini, merupakan buronan ke – 113 di tahun 2020 yang berhasil diamankan oleh Tim Tabur Kejaksaan RI. dari berbagai wilayah baik kategori tersangka, terdakwa, maupun terpidana,” paparnya.

“Diketahui Program Tangkap Buronan (Tabur) 3.11 digulirkan oleh bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buronan pelaku kejahatan baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia. Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan,” tandas Heri.

RED

Share.

About Author

Leave A Reply