Nana Shobarna: Jelang Pilkada KPU Gelar Simulasi Pemungutan Suara

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK — Jelang pelaksanaan Pilkada Depok akan berlangsung pada 9 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok melaksanakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Hal tersebut, tetapd engan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di tempat pemungutan suara (TPS), di Kantor KPU Kota Depok, Sabtu (21/11).

Dalam pelaksanaan simulasi tersebut juga dihadiri Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Pjs. Wali Kota Depok yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kessos Kota Depok Sri Utomo, Ketua DPRD Kota Depok H. TM. Yusufsyah Putra, Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Azis Andriansyah, Dandim 0508 Depok Kolonel (Inf) Agus Isrok Mikroj, Kajari Kota Depok Sri Kuncoro, S.H., M.Si, Ketua Bawaslu Kota Depok Luli Barlini beserta Ketua dan Seluruh Anggota KPU Kota Depok.

“Jadi pihak KPU, ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada jajaran penyelenggara di bawah utamanya adalah KPPS. Disamping itu untuk memastikan seluruh jajaran kami memahami alur dan mekanisme pemilihan, mengingat Pilkada 2020 dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19,” tegas Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna, Senin (23/11).

Menurutnya, bahwa mengingat Pilkada ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 dengan memberikan pemahaman dan menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan di TPS menjadi sangat penting. “Jadi, ada hal baru yang akan diterapkan di TPS, kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan, di antaranya jumlah pemilih dibatasi maksimal 500/TPS,” tutur Nana.

Nana juga menjelaskan, bahwa seluruh petugas KPPS dan petugas ketertiban akan dilaksanakan rapid test terlebih dahulu sebelum bekerja, surat pemberitahuan memilih akan mengatur jadwal kedatangan pemilih ke TPS, sebelum TPS dibuka dan dimulai akan disemprotkan disinfektan terlebih dahulu dan selalu didisinfeksi secara berkala, area lokasi TPS diatur jarak minimal satu meter.

“Jadi, ketika para pemilih sebelum masuk TPS akan di cek suhu tubuh dan diperintahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan diberikan sarung tangan sekali pakai, pemilih yang tidak menggunakan masker akan diberikan masker serta penggunaan tinta dengan cara diteteskan,” jelasnya.

Nana mengingatkan, bahwa sebagai penyelenggara tidak bisa bekerja sendiri, sangat membutuhkan kerja sama semua pihak apalagi pilkada tahun ini berbeda dari pilkada sebelumnya, dimana pilkada dalam kondisi pandemik Covid-19.

“Artinya, suksesnya Pilkada yang dilaksanakan ini tergantung kepada kita untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan dan adaptasi kebiasaan baru yang lainnya,” imbuhnya.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply