Alex Asmasoebrata Percaya Hakim Wakil Tuhan Yang Akan Memberikan Keadilan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA  –  Pemerhati sosial dan hukum Alex Asmasoebrata selaku kuasa Rita KK dari PT RK meletakkan harapan keadilannya hanya terhadap majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pimpinan M Sainal SH MH. Pasalnya wakil Tuhan itu dinilai terhormat, jujur dan berintegritas. Dengan kedudukan itu, Alex menginginkan dalam kasus perbankan dengan terdakwa Ningsih Suciatai eks Dirut Bank Swadesi/BOII (Bank Of India Indonesia) vonis majelis hakim itu setimpal dengan tindak kejahatan yang telah diperbuat terdakwa yang telah menyebabkan kebangkrutan pada usaha saksi korban Rita KK.

Kendati sudah puluhan tahun berlalu, dugaan permufakatan jahat dan kolektif kolegial yang diduga dilakukan terdakwa Ningsih Suciati bersama direksi, komisaris, dan pimpinan Bank Swadesi/BOII dalam melelang agunan pinjamannya telah menggoreskan luka yang dalam hingga kini. Alex tidak ingin terulang lagi serupa yang dialami Rita KK terhadap debitur bank lainnya. Cukup hanya Rita KK saja debitur digembosi kreditur.

“Semogalah kasus ini yang terakhir dan diharapkan menjadi pelajaran berharga baik terhadap debitur maupun kreditur,” ucap Alex berharap.

Sebagai wakil Tuhan di muka bumi majelis hakim tentunya terhormat dan mulia pula. Karenanya, Alex lagi-lagi mengharapkan hakim lewat palu dan amar putusannya memberi pelajaran berharga bagi terdakwa Ningsih Suciati dan direksi, komisaris bank dan bankir-bankir Bank Swadesi/BOII.  “Bahwa sesungguhnya debitur itu harus dibina dan dibantu perkembangan usahanya bahkan direstrukturasasi manakala usahanya sedang hadapi jalan sulit. Bukan malah dibuatkan “jebakan” sedemikian rupa hingga agunannya yang lebih bernilai dibandingkan kredit berusaha diperoleh lewat usaha seolah formal melalui lelang,” ungkapnya.

Alex yang juga dikenal suka menolong korban yang dizolimi dan dikriminalisasi itu menginginkan majelis hakim menjaga kehormatan dan wibawan hakim saat menjatuhkan putusanya terhadap kasus yang begitu menyita perhatian public itu berdasarkan ke-Tuhan-an Yang Maha Esa, yang tidak saja putusan itu dipertanggungjawabkan pada tahapan proses hukum berikutnya tetapi juga di akhirat.

“Hakim itu wasit yang mewakili Tuhan di muka bumi, maka itu putusan yang dijatuhkannya berdasarkan hati nuraninya, rasa keadilan bagi yang terzolimi, sesuai pula dengan rasa keadilan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Hakim itu kan mulia, maka vonisnya terhadap terdakwa tentu berdasarkan fakta-fakta yang terungkap didalam persidangan, kesalahan dan perbuatannya. Namun tentunya juga jangan sampai lupa dipertimbangkan status residivis terdakwa yang merupakan pertimbangan yang meberatkan. Residivis itu ada hitung-hitungannya sebagai pertimbangan yang memberatkan sebagai efek jeranya bagi terdakwa (Ningsih Suciati),” kata Alex yang juga politisi senior PDIP.

Saksi korban Rita KK/PT RK mengajukan kredit ke Bank Swadesi pada tahun 2008, dengan Agunan pinjaman sertifikat tanah berikut Villa Kozy di Seminyak, Bali.

Oleh karena usahanya tengah hadapi kesulitan keuangan, Rita KK/PT RK mengajukan restrukturisasi. Namun bukan “pertolongan” yang didapatkan dari Bank Swadesi/BOII, melainkan pelelangan Villa Kozy dengan berbagai cara dan harga semurah-murahnya. Akibatnya, Rita KK bukannya tertolong dengan pelelangan agunan kreditnya itu tetapi semakin terpuruk. Utang atau pinjaman kredit tetap ada dan ditagih terus, sementara aset (Villa Kozy) sudah melayang atau dibeli Budi Santoso dari pemenang lelang untuk kemudian diagunkan lagi menjadi Rp35 miliar ke May Bank.
Berperkara sedemikian panjang membuat Rita KK sadar bahwa dirinya tidak punya daya selain kebenaran menghadapi terdakwa Ningsih Suciati dan 20 tersangka lainnya (Pengurus Bank Swadesi/BOII). Hanya kepercayaan dan keyakinan terhadap majelis hakim saja diandalkannya bersama Alex Asmasoebrata. Bahwa majelis hakim mempunyai “kacamata” keadilan yang jernih, bening, jujur, tegas, bernurani dan tanpa kompromi demi mewujudkan hukum yang berkeadilan dan berkebenaran.

Sebelum Ningsih Suciati duduk di kursi pesakitan PN Jakarta Pusat saat ini, dia sudah terlebih dahulu mengajukan praperadilan di Denpasar Bali untuk menggugurkan status tersangkanya. Namun prapidnya tersebut ditolak hakim PN Denpasar.

Kasus perbankan ini sendiri, termasuk dengan 20 tersangka lainnya (pengurus Bank Swadesi/BOII) sudah sempat di-SP3-kan Polda Bali. Namun oleh Rita KK diajukan prapid hingga hakim PN Denpasar memerintahkan polisi membuka SP3 dan terus menindaklanjutinya sampai akhirnya 20 tersangka lainnya terus menjalani proses hukum hingga kini.

Tidak itu saja Rita KK juga menempuh upaya hukum perdata kaitan pelelangan agunan Villa Kozy. Namun tidak memberi hasil memuaskan. Rita KK terus berjuang. Mabes Polri pun mengambilalih penyidikan lanjutan kasus tersebut dari Polda Bali.

Terdakwa Ningsih Suciati sendiri sebelumnya jalani persidangan kasus perbankan bahkan kemudian dijatuhi hukuman di PN Jakarta Selatan. Dia dinyatakan majelis hakim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Kemudian didudukkan lagi di kursi pesakitan PN Jakarta Pusat terkait dugaan permufakatan jahat yang dilakukannya.

Berdasarkan fakta-fakta persidangan di PN Jakarta Pusat, pendapat ahli-ahli hukum, profesor yang sudah tak diragukan lagi kehandalan keahliannya, Ningsih diduga kuat terlibat secara sah dan meyakinkan bersama 20 tersangka lainnya melakukan tindak pidana perbankan yang merugikan Rita KK/PT RK. Hal itu didukung pula penetapan sita oleh PN Jakarta Pusat atas dokumen antara lain sertifikat tanah di mana Villa Kozy berdiri atau dibangun. Sertifikat tersebut saat ini diduga dikuasai Budi Santoso dengan membelinya dari pemenang lelang (Villa Kozy).

Penetapan penyitaan yang dilakukan PN Jakarta Pusat ini berdasarkan permohonan Mabes Polri sendiri demi kepentingan penyidikan kasus tersebut agar dapat disidangkan secepatnya. Tentu saja juga demi kepastian hukum baik bagi Rita KK selaku korban yang dirugikan maupun kepada pengelola Bank BOII yang sudah berstatus sebagai tersangka tanpa harus menunggu mempunyai kekuatan hukum tetap kasusnya Ningsih Suciati.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply