Musyawarah Penetapan Ganti Kerugian Pengembangan Bandara Sibisa Tidak Mencapai Kesepakatan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, TOBA   –   Musyawarah Penetapan Ganti Kerugian Pengadaan Tanah untuk Pengembangan Bandar Udara Sibisa, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara yang diselenggarakan di Hotel Atsari, Senin (16/11/2020) tidak membuahkan hasil atau kesepakatan.

Pasalnya, team yang merupakan perwakilan dari Pemerintah yang menyelenggarakan pertemuan tersebut hanya memberikan harga Rp. 100.000,- per meter untuk tanah warga yang terkena dampak perluasan pembangunan Bandara Sibisa, jelas harga tersebut tidak bisa di terima oleh warga dan harga tersebut dianggap sebagai pelecehan.

 

Karena tidak adanya kesepakatan, warga yang menghadiri acara musyawarah tersebut langsung keluar meninggalkan acara pertemuan yang hanya berlangsung kurang lebih 30 menit. Warga bertekad akan tetap mempertahankan tanah miliknya yang terkena perluasan pembangunan Bandara Sibisa.

Nasser Sirait yang merupakan salah satu perwakilan Warga mengatakan, “dengan gagalnya pertemuan musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian pengadaan tanah untuk pembangunan Bandar Udara Sibisa, bukan berarti masyarakat Sibisa tidak mendukung program pemerintah, warga Sibisa sangat mendukung pembangunan tersebut, tapi warga meminta harga atas tanah mereka Rp. 500.000,- permeter, dan itu merupakan harga yang sangat wajar..” ujarnya.

Nasser menambahkan, harga yang diminta oleh warga Sibisa sudah tergolong murah di bandingkan dengan wilayah lain yang dibebaskan oleh pemerintah, seperti halnya di Ajibata Pemerintah memberikan ganti rugi Rp. 1.000.000,- Permeter dan di Ringroad Balige Pemerintah membebaskan Rp. 600.000,- permeter, nah kenapa disibisa di hargai cuman Rp. 100.000,- permeter, ada kepentingan siapa disini? paparnya, seraya bertanya.

Menanggapi permasalahan tersebut diatas, Hasanudin Sirait selaku Ketua DPD LSM Gempita (Generasi Muda Peduli Tanah Air) Kabupaten Toba turut berkomentar, “kami selaku bagian dari masyarakat meminta pemerintah dan semua pihak yang terkait pembebasan lahan perluasan Bandara Sibisa untuk Transparan, karena sesuatu hal yang tidak masuk akal, masa ganti kerugian untuk perluasan Bandara di hargai cuma Rp. 100.000,- per meter, hal ini jelas menyakitkan bagi warga yang tanahnya terdampak untuk perluasan Bandara Sibisa, jelas Hasanudin Sirait kepada RadarOnline.id melalui WhatsApp telepon selulernya.

RODI SITIO

Share.

About Author

Leave A Reply