15 Tahun Merasa Dibohongi Ingin Perubahan Emak-emak Dukung Pradi-Afifah

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK — Selama 15 tahun Walikota dari PKS, selalu mendengungkan Depok ini Kota yang religius. Tapi itu kenyatanya nol besar, itu hanyalah jargon untuk pencitraan saja. Pasalnya, Idris tak mampuh membangun sekolah madrasah negri dan masjid. Bahkan Depok, menjadi salah satu kota yang tingkat LGBT nya tertinggi. Depok juga tak mampu menekan tingkat prostitusi.

“Benar, selama 15 tahun kita dibohongi oleh pencitraan. Bilang Depok kota religius nyatanya prostitusi terjadi di Depok. Bahkan Depok termasuk kasus yang tertinggi LGBT nya. Idris juga tak mampuh membangun sekolah madrasah negri dan masjid. Jadi saatnya kita melek. Ibu-ibu jangan mau lagi dibohongi, kita kan juga peduli dengan anak-anak kita,” ujar Ustadzah Haniffah, Sabtu (14/11/2020), di hadapan Emak-emak di Pangkalan Jati, Cinere, Depok Jawa Barat.

Dia mengakui, bahwa selama 15 tahun dirinya bersabar, tapi saat ini harus mendukung Pradi-Afifah. Karena, sekarang saya sadar harus ada orang yang mendorong masyarakat Depok melek.

“Artinya, jangan lagi terbius dengan pencitraan dan penampilan. Kenyataannya Depok hanya banyak bangun mall-mall dan apartemen, madrasah tidak terbangun, apartemen justru jadi tempat prostitusi,” ucap Ustadzah Haniffah.

Ustadzah Haniffah menambahkan, bahwa emak-emak pun peduli dan menginginkan perubahan di Kota Depok. Maka, emak-emak Pangkalan Jati, mendukung Pradi-Afifah, untuk memimpin Kota Depok ini.

“Selama ini katanya Depok kota religius tapi nyatanya kita tidak punya MAN, tidak ada madrasah yang dibangun, bahkan masjid,” tandas Ustadzah asli Depok itu.

Pernyataan Ustadzah Haniffah itu, diamini Ketua Relawan Sohib Bang Pradi, H S Purnomo, bahwa seluruh emak-emak Pangkalan Jati sudah sadar bahwa selama 15 tahun Walikota dari PKS tak ada perubahan dalam bidang pendidikan dan kesehatan di Kota Depok. Mereka pun akhirnya memilih dukung Pradi-Afifah.

“Bahkan, dengan program Pradi-Afifah, itu sangat menyentuh serta dibutuhkan masyarakat. Seperti pendidikan gratis, pengobatan gratis termasuk anggaran pembangunan per RW Rp 500 juta. Selanjutnya terkait dengan pendidikan, selama ini Depok didengungkan sebagai Kota Pendidikan, nyatanya pembangunan sekolah negeri jauh dari kebutuhan. Jadi, masyarakat sering bingung menyekolahkan anak-anaknya karena keterbatasan daya tampung sekolah. Idealnya di setiap kecamatan ada sekolah negeri dari SD sampai SLTA,” papar Purnomo.

Dia menambahkan, bahwa dengan kesehatan, pasangan calon Wali dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna-Afifah Alia telah mengeluarkan sejumlah program unggulan yang pro rakyat. Salah satunya adalah berobat gratis bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP). Artinya, untuk memaksimalkan program Pradi-Afifah di bidang layanan kesehatan, pasangan nomor urut satu ini menginginkan setiap kelurahan di Kota Depok memiliki mobil ambulans.

“Jadi, ini untuk melangkapi program berobat gratis pakai KTP. Bahkan juga (Pradi-Afifah) ingin disetiap kecamatan memiliki lebih dari satu Puskesmas. Selain itu, Pradi-Afifah juga menginginkan di setiap kantor kelurahan memiliki mobil ambulans,” ujar Purnomo.

Menurutnya, bahwa ambulans-ambulans tersebut nantinya dapat digunakan warga untuk memperoleh layanan kesehatan dan sosial. Misalnya, mengantar warga ke rumah sakit, atau mengangkut jenazah. Jadi, ambulansnya nanti bisa digunakan untuk mengantar warga ke rumah sakit, atau mengantar jenazah ke pemakaman.

“Artinya, masyarakat juga dapat menggunakannya untuk membantu penanganan korban bencana alam, seperti longsor dan banjir. Bahkan, mobil ambulannya juga bisa dipakai oleh warga untuk korban bencana alam,” tutur Purnomo.

Purnomo mengingatkan, bahwa setiap mobil ambulans gratis tersebut nantinya juga akan disediakan petugas yang standby selama 24 jam. Selain itu, nanti (di ambulans) disediakan petugas yang standby selama 24 jam.

“Untuk itu, daua berharap masyarakat Kota Depok dapat mendukung dan membatu mewujudkan rencana pembangunan Puskesmas-Puskesmas baru dan penyediaan ambulan gratis disetiap kelurahan. Mari, kita
doakan, apa yang direncanakan pasangan Pradi-Afifah (penambahan Puskesmas baru dan penyediaan ambulan gratis) ini dapat terwujud,” imbuhnya.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply