PWI Pusat Minta Pengurus dan Wartawan Jaga Independensi Pilkada 2020

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA  – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat meminta anggotanya dan wartawan untuk menjaga independensi dalam Pilkada 2020. Wartawan diminta tidak aktif dalam sukses salah satu tim sukses pasangan calon kepala daerah.

“ Berdasarkan surat edaran yang juga ditandatangani Sekjen PWI Pusat, Mirza Zuhaldi dan Ketua Bidang Organisasis PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh dalam surat dengan nomor 1010/PWI-P/LXXIV/2020. Apabila wartawan menjadi tim sukses pasangan calon atau terlibat aktif membantu, maka wajib untuk nonaktif dari profesinya sebagai wartawan,” kata Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, Kamis (12/11).

Dalam surat itu, dirinya mengaku, PWI saat ini mendapat banyak laporan tentang keterlibatan wartawan termasuk pengurus wilayah PWI yang mendukung calon tertentu di beberapa daerah.

“Sebagaimana diatur dalam Peraturan Dasar PWI Pasal 1 Ayat (3) menyatakan PWI adalah organisasi wartawan Indonesia independen dan professional tanpa membedakan suku, agama, dan golongan maupun keanggotaan organisasi politik dan kemasyarakatan,” ujar Atal S Depari, Kamis, (12/11).

Atal pun menekankan, pengurus PWI Pusat tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi keras dan tegas, apabila ada anggotanya baik wartawan maupun pengurus yang melanggar dasar dan peringatan tersebut.  “Kode Perilaku Wartawan Pasal 5 secara tegas mengatakan wartawan dilarang melakukan hal tercela yakni perbuatan yang dapat merendahkan marwah, harkat, martabat, dan integritas profesi wartawan,” jelas Atal.

Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi menambahkan, bagi anggota dan Pengurus PWI dari tingkat kabupaten, provinsi dan pusat yang melanggar segala peraturan maka akan menerima sanksi tegas. Mereka harus memilih menjadi wartawan atau tim sukses calon.

“Apabila wartawan terlibat sebagai tim sukses, maka mereka telah melanggar Peraturan Dasar PWI terutama Pasal 8 Ayat (C) yang berbunyi anggota PWI berkewajiban menjaga kredibilitas dan integritas profesi serta organisasi. Serta melanggar Kode Etik Jurnalis (KEJ) Pasal1,” sebut Mirza.

Menurut dia, sesuai PD/PRT PWI, pengurus PWI yang bertindak sebagai tim sukses dengan aktif membantu kemenangan pasangan calon tertentu, maka harus mengundurkan diri.  “Wartawan harus menunjukkan profesionalitas tinggi dalam tugasnya,” terang Mirza.

RED

Share.

About Author

Leave A Reply