Jaksa Agung RI Lantik SATGASSUS P3TPK Pada Jam Pidsus

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA  –  Jaksa Agung (JA) RI. Dr. Burhanuddin, SH. MH. melantik dan mengambil sumpah jabatan 57 orang Anggota Satuan Tugas Khusus Penanganan Dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Khusus (Satgassus P3TPK) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, di Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (13/11).

Pelantikan yang dilaksanakan secara Vitual itu berdasar Keputusan Jaksa Agung RI. Nomor : KEP-IV- 481/C/09/2020 tanggal 29 September 2020 tentang Pemberhentian dan Pemindahan Dari Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia, yang dihadiri oleh Wakil Jaksa Agung (WAJA) RI. Setia Untung Arimuladi, SH. MH., dan para Jaksa Agung Muda dan Kepala Badan Pendidikan dan Latihan serta Para Staf Ahli Jaksa Agung RI.

Sementara para pegawai dan pejabat struktural lainnya mengikuti acara dari ruang kerja masing-masing dan demikian juga halny 57 orang Anggota Sagassus P3TPK mengikuti dari Aula Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung di Kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan (Gedung Bubdar).

“Pelantikan dan pengambilan sumpah hari ini, sebagai kelanjutann kegiatan orientasi bagi calon anggota Satgassus P3TPK Tahun 2020,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Hari Setiyono, SH, MH.

Dalam sambutannya Jaksa Agung RI mengajak hadirin untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Watta’alla, Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelenggarakan pelantikan dan pengambilan sumpah anggota Satgassus P3TPK.

Pelantikan dan pengambilan sumpah anggota Satgassus P3TPK ini adalah sebuah momen penting bagi kita semua, karena prosesi ini mengingatkan kita kembali akan hakikat pembentukan Satgassus P3TPK sebagai upaya konkrit Kejaksaan dalam rangka meningkatkan intensitas percepatan, keakurasian penanganan, dan penyelesaian perkara tindak pidana korupsi, yang diharapkan mampu menghadirkan penegakan hukum pemberantasan korupsi yang efektif dan efisien guna menciptakan Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi,” ujar JA Burhanuddi.

Dia menambahkan bahwa prosesi ini juga hendak menegaskan kembali komitmen pemahaman bersama bahwa tindak pidana korupsi telah berdampak luas dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara. Sehingga sudah sewajarnya mendorong pemahaman bahwa tindak pidana korupsi merupakan musuh bersama yang harus diperangi secara bersama-sama sampai ke akar-akarnya.

“Ditengah dinamika perubahan modus operandi tindak pidana korupsi yang cenderung semakin kompleks, bahkan bertransformasi tidak lagi sekadar kejahatan kerah putih (white collar crime), namun saat ini telah berkembang menjadi kejahatan korporasi (corporate crime) dan kejahatan politik (top hat crime), serta dapat melintasi batas-batas teritorial suatu negara (transnational crime). Di samping itu, fenomena kecanggihan teknologi turut menjadi sarana yang kian memudahkan kejahatan tersebut berkembang sedemikian luas. Hal-hal tersebut membuat pemberantasan tindak pidana korupsi bukanlah merupakan suatu pekerjaan yang mudah. Bertolak dari komitmen pemahaman dan tantangan tersebut, telah kita lakukan upaya penjaringan dengan memanggil mereka-mereka yang terpilih dan pantas untuk menjadi salah satu bagian dari satuan tugas khusus untuk melakukan pekerjaan yang mulia ini,” tegas JA.

Menurutnya, 57 Satgassus T3TPK yang dilantik adalah Jaksa terpilih yang dinilai memiliki integritas, kompetensi, kapabilitas, dan kapasitas dalam penanganan dan penyelesaian tindak pidana korupsi.

“Kriteria dan parameter utama yang digunakan dalam memilih anggota Satgassus P3TPK dilakukan melalui seleksi yang sangat ketat, dimana calon peserta Satgassus yang dikirim merupakan jaksa pilihan yang dipandang memiliki rekam jejak (track record) yang mumpuni dan teruji, sekaligus mempunyai dedikasi, kompetensi, integritas moral, serta berkomitmen terhadap tugas dan tanggung jawab,” ungkap Burhanuddin.

“Keberhasilan penanganan kasus besar dugaan tindak pidana korupsi di PT. Asuransi Jiwasraya adalah bagian dari kerja keras yang hendaknya memotivasi kita untuk menunjukkan kepada publik bahwa Kejaksaan mampu menangani tindak pidana korupsi secara proporsional, profesional, tegas, dan efektif sesuai dengan ekspektasi publik. Untuk itu saya sangat mengharapkan keberadaan saudara-saudara mampu memenuhi ekspektasi masyarakat dalam penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana korupsi, baik perkara baru maupun menuntaskan perkara yang saat ini sedang ditangani. Saya berharap pula, upaya yang kalian lakukan akan berkorelasi positif dalam rangka mengembalikan dan memulihkan kepercayaan masyarakat (public trust) kepada institusi Kejaksaan, khususnya dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.” tambah Jaksa Agung RI.

Lebih jauh JA mengungkapkan bahwa saat ini Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung telah banyak melakukan terobosan dan inovasi dalam melakukan optimalisasi dan transparansi kinerja, diantaranya melalui capaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), serta keberhasilan dalam mengungkap kejahatan korupsi yang merugikan perekonomian negara.

“Untuk itu, saya berharap kepada saudara-saudara yang baru dilantik tidak hanya mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi kinerja yang telah ada, namun juga mampu untuk melakukan terobosan dan inovasi baru dalam pelaksanaan tugas,” harap Jaksa Agung RI.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply