Pekerja Pembangunan SDN Ciakar Abaikan K3

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, TANGERANG – Meski Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMKKK) dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi sudah menjadi keharusan untuk dilaksanakan, namun para pekerja konstruksi masih banyak yang tidak patuh. Penanggungjawab K3 maupun direksi pekerjaan diduga kuat tidak melakukan pengawasan dalam penerapannya.

Proyek dimana para pekerjanya tidak mengindahkan K3 atau tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti Helm, Sarung Tangan, dan Sepatu terpantau pada pembangunan SDN Ciakar. Semua pekerja di proyek yang dibiayai dari APBD Kabupaten Tangerang tahun 2020 itu, tidak ada yang memakai helm, sarung tangan, maupun sepatu. Ketidakhadiran direksi dan penanggungjawab K3 diduga kuat menjadi salah satu penyebab para pekerja mengabaikan K3.

Pada proyek pembangunan ruang kelas bertingkat berjudul “Rehabilitasi SDN Ciakar Kec. Pagedangan” yang dilaksanakan oleh CV. Padi Ungu Permana dengan kontrak senilai Rp 1.450.856.000, – itu juga tidak ditemukan spanduk bahwa pekerja di proyek itu dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Ketika masalah ketidakpatuhan terhadap penggunaan APD saat bekerja tepat waktu pada pihak Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang selaku pemilik kegiatan, Kepala Dinas atau Kepala Bidang tidak berhasil ditemui.

“Pak Kadis tidak masuk. Lagi sakit. Kalau Kabid Bangunan, mungkin sedang WFH (bekerja dari rumah),” kata pegawai di front office DTRB, Kamis (12/11).

JUARA SIMANJUNTAK

Share.

About Author

Leave A Reply