Tiga Miliar Narkotika Dimusnahkan Kejari Jakarta Utara

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara musnahkan Barang-bukti (BB) Narkotika senilai Rp3 miliar di halaman Kejari Jakarta Utara, Rabu (11/11).

Hadir pada pemusnahan itu, Walikota Jakarta Utara dengan ang diwakili Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan yang diwakili, Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dengan yang diwakili, Kepala Polres Metro Jakarta Utara yang diwakili Kasat Reskrimum, Kepala Polres Metro Pelabuhan Tanjung Priok dengan diwakili, Kepala Polres Metro Kepulauan Seribu dengan diwakili, Kepala Badan Narkotika Nasional Jakarta Utara, Kepala KPP Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Marunda, Kepala Rupbasan Klas 1 Jakarta Utara, Kepala Sudin Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara, Kepala BPOM Jakarta dan tokoh Masyarakat.

Sementara jajaran Kejari dihadiri Kasi Pidum Satria Irawan SH MH., Kasi Pidsus Zaenal SH MH., Kasi Intel Ridho Setiawan SH MH., Kasi Datun Dody, SH dan Kasi Pemeliharaan Barang Bukti Dan Rampasan Wahyu Yuli Suriyati, SH, MH dan Paranak kasubsi.

Kajari Jakarta Utara I Made Sudarmawan, SH, MH menyatakan bukti yang dimusnakan itu adalah perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (INCRACH) periode Oktober 2019 sampai dengan Juli 2020, yang terdiri dari 700 perkara pidana Umum (Pidum) dan pidana khusus.

Dasar Hukum Pemusnahan BB adalah Pasal 270 KUHAP yang membahas kewajiban Jaksa untuk melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (incrach), yaitu dengan cara eksekusi pidana badan, bayar biaya perkara, dan musnahkan barang bukti yang berdasarkan putusan pengadilan harus dimusnahkan, ujar Kajari pada peralatannya.

Selain itu katanya, juga diatur oleh Pasal 30 Ayat (1) huruf b yang menyatakan di bidang pidana, kejaksaan berwenang melaksanakan dan melaksanakan hukum pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Kejaksaan Negeri Jakarta Utara telah bersinergi dengan penegak hukum lainnya untuk melakukan pemberantasan Narkotika, Psikotropika, peredaran senjata tajam, senjata api (rakitan, softgun), kosmetik tanpa izin edar, alat komunikasi yang dipergunakan untuk melakukan tindak pidana, perdagangan tidak memiliki izin edar, materai palsu, dolar palsu dan barang lainnya yang tidak memiliki izin edar dan dikuasai oleh orang yang tidak memiliki masalah,” ungkap I Made Sudarman.

Sementara Kasi Pemeliharaan Barang Bukti dan Rampasan Wahyu Yuli Suriati, SH mengatakan narkotika itu dimusnahkan dengan cara dimasukan kedalam alat pembakaran (incinerator) yang dipinjam dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia.

“Kemudian terhadap barang bukti peredaran senjata tajam, senjata api (rakitan, softgun), kosmetik tanpa izin edar, alat komunikasi yang dipergunakan untuk melakukan tindak pidana, perdagangan tidak memiliki izin edar, materai palsu, palsu dari berbagai barang lainnya dibakar dan dihancurkan sehingga tidak Dapat dipergunakan lagi,” tambah Kasi Yuli.

Rincian barang bukti yang dimusnahkan:

1. Shabu-shabu 2.054 kg senilai Rp.3 miliar

2. Ecstasy 504 butir

3. Daun Ganja senilai Rp. 106.649.354, -,

4. 719.957 gram Senilai Rp. 215.987.160, –

5. Bong 99 Buah,-

6. Papir 15 Buah,

7. Korek Api 32 Buah,

8. Timbangan 83 Buah,

9. Handphone 45 buah,
10. Senjata Tajam, Senjata Api / Soft Gun.

“Pemusnahan ini bentuk Transparansi kepada masyarakat mengenai tindak lanjut pelaksanaan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (incrach) khususnya terhadap perkara yang amarnya dirampas untuk dimusnahkan. Kita jalin kerjasama dan sinergi yang lebih kuat dengan instansi lain dan masyarakat dalam penegakan hukum,” tutup Wahyu Yuli Suriati.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply