Saksi Hindun Geram Melihat Terdakwa Fatkul Janah Penipu 400 Juta Ngeyel

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA –  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rianauli, SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dan Hendrinawati Leo, SH Melda Siagain, SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara kembali menghadirkan terdakwa Faktul Janah kehadapan persidangan yang disidangkan secara Video Call (vidcal) ke persidangan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (9/11).

Ada adegan yang sangat menarik dari ekspresi ekspresi Hindun saat memberikan keterangannya dipersidangan. Hindun menunjuk-nunjuk muka terdakwa Janah dengan geramnya, yang dilihat lewat Video Call. “Kamu itu ya, ngga nyangka begini,” ujarnya menunjuk ke HP yang dipegangnya. HP yang digunakan untuk Video Call yang menyiarkan terdakwa Faktul Janah dari Tahanan RUTAN Polda Metro Jaya. Jadi anatara saksi dan terdakwa bisa bertatap muka.

Hindun mengaku sangat kesal sekali melihat tindakan terdakwa Janah. Saksi Hindun menjelaskan bahwa dia percaya terhadap terdakwa Faktul Janah karena setiap hari selalu jalan barang dengan adiknya (Ricci). Ricci adalah saksi pelapor (korban) dalam perkara ini.  Dan untuk lebih meyakinkan dirinya, Hindun Juga meminta saksi Suryati melihat pabrik Nozomi (Perakitan motor 3 roda) di Subang, Jawa Barat, apakah benar ada pabriknya dan tetrdakwa Faktul Janah ada kerja sama dengan perusahaan tersebut.

Meskipun awalnya saya percaya, namun untuk lebih meyakinkan saya, apakah benar terdakwa kerja sama dengan Nozomi? Ternyata laporan Suryati pernyataan ada. Itulah yang menamba keyakinan saya meberikan uang Rp.50 juta kepada Faktul Janah melalui Suryati. Dan saya katakan, yang menyerahkan uang saya ke terdakwa Faktul Janah adalah Suryati, ”ujar Hindun mengaskan ketrangannya kepada Penasehat Hukum terdakwa.

Hindun menjelaskan bahwa nilainya Rp.50 juta diserahkan Suryati kepadanya dari Faktul Janah. Dan terdakwa Faktul Janah bersedia memberikan cek kepada Hindun melalui Suryati dipersidangan.

Hindun mengungkapkan sejak menyerahkan uang Rp50 juta tedakwa melalui Suryati, sejak dia tidak pernah bertemu lagi. Dan ceknya tidak bisa dicairkan Hindun sudah berulang kali mengatakan kepada Suryati dan Ricci ketika data uangnya dikembalikan.

Apakah saudara pernah menerima fee dari terdakwa? Tanya hakim, Yang dijawab tidak pernah. “Semenjak uang saya serahkan belum pernah terima fee yang mulia. Dan sejak itu pulalah saya tidak pernah ketemu dia samapai sekarang,” tegas Hindun.

Sementara keterangan saksi dari pihak Bank BCA mengatakan saat Cek dicairkan ternyata ada blokiran. Majelis hakim bertanya: mengapa izin? Apakah karena dananya tidak ada atau bagimana? Saksi Zairul mengatakan bahwa blokiran akibat adanya laporan polisi, tentang cek tersebut.
Oh, jadi bukan karena tidak ada dananya atau saldo bukan? Tanya Penasehat hokum terdakwa, yang ditegaskan: karena adanya laporan polisi. Apakah suadara saksi bisa melihat saldo rekening yang diblokir ITU? Tanya Penasehat hokum terdakwa, yang dijawab saksi: bukan bidang saya.

Aslinya ditarik oleh bank, lalu kopy hijau diserahkan ke Pemeriksa. Dan cek tersebut atas nama CV.

Pada persidangan sebelumnnya Saksi Ricci dihadirkan kepersidangan untuk didengarkan keterangannya terhadap terdakwa Fatkul Janah yang didakwa melanggar Pasal 378, Jo.372 KUHP karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan terhadap uang Rp.400 juta milik Ricci.

Dihadapan persidangan pimpinan ketua Majelis Hakim Maskur SH, Ricci mengatakan bahwa terdakwa Fatkul Janah menawarkan kerjasama investasi jual beli motor atas nama ‘Nozomi’ dengan pembagian fee 10 persen perminggu dari modal yang investasikan.

Pertamatama Ricci menyerahkan uang Rp.50 juta (uang kontan) pada bulan April 2017 tanpa adanya tandaterima. Hingga Rp400 juta yang diserahkan secara bertahap sampai pada Juni 2017. Kemudian terdakwa Janah menyerahkan 3 lembar GIRO kepada Ricci, melalui kakanya Hindun (kerumah Hindun) setelah terpenuhi Rp400 juta dari Ricci. Tetapi ketika GIRO itu dicari karena dicairkan, ternyata bank menolak karena dananya kosong.

Terdakwa juga bersedia memberikan 3 lembar GIRO kepada saksi Hindun untuk diserahkan kepada saksi Ricci. Perbedaan keterangan saksi dengan terdakwa hanya di amplop saja. Saksi Hindun mengatakan bahwa 3 lembar GIRO itu diserahkan kepadanya didalam amplop.

Sementara terdakwa menyerahkan menyerahkan kepada Hindun tidak didalam amplop. “Diamplop atau bukan didalam amplop sama saja. Artinya bahwa Giro yang diberikan kepada Ricci itu adalah bukti pengakuan bahwa uang Rp400 juta yang sudah diterima oleh terdakwa Faktul Janah sebagai investasi ke Nozomi dengan bonus 10% / minggu sesuai dengan nilai uang yang di inveskan. Demikian pula cek yang diberikan kepada Hindun. Cek itu adalah sebagai bukti pengakuan dari terdakwa Faktul Janah atas uang-uang yang telah disetorkan. Dan justru karena cek dan giro itu tidak dapat dicairkan sehingga terjadilah perkara, ”ujar Parulian Siregar, SH selaku Penasehat Hukum Pelapor Ricci.

Menurut JPU Hendrinawati Leo, bahwa dakwaan sudah sesuai perbuatan terdakwa yang didukung keterangan saksi dipersidangan. “Kita, insaallah… mudah-mudahan dakwaan kita sudah tepat. Keterangan saksi-saksi sudah menguatkan dakwaan kita. Meskipun terdakwa Faktul Janah mengakui uang dan menyerahkan GIRO dan CEK kepada saksi namun terdakwa tidak mengakui uang itu untuk investasi ke Nozomi. Itulah nanti yang akan kita gali. Untuk apa uang yang diinveskan para saksi dan motivasi apa Giro dan diserahkan kepada para saksi, ”ujar JPU.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply