Jaksa Cecer Pertanyaan Kepada Akmal cs Dalam Sidang Agenda Saksi Mahkota

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, TANGERANG  –  Sidang lanjutan, terdakwa anak Wakil Walikota Tangerang Akmal Sohairudin Jamil bersama Dede, Saryfudin dan Moh Taufik, atas kepemilikan Narkoba jenis sabu seberat, 0, 51 gram, agenda sidang sidang Mahkota, Senin (9/11) di PN. Tangerang.

JPU, Nesya, Adib dan Ghozali dari Kejaksaan Negeri Tangerang menjadikan empat terdakwa bersaksi satu sama lain (Saksi Mahkota) sebagai terdakwa, sekaligus twrdakwa, menerangkan apa yang menyebabkan para terdakwa di hadirkan di Persidangan.

Ketua majelis hakim R.Aji Suryo yang memeriksa dan menyidangkan, ke – empat terdakwa sebelum memberikan keterangan sebagai saksi para terdakwa terlebih dahulu di sumpah, untuk memberikan keterangan sebagai saksi untuk temanya ( sebaliknya) dan sekaligus keterangan sebagai terdakwa.

Majelis hakim, menanyakan, terdakwa, Sarifudin, Akmal, Dede dan Moh Taufik kenapa di sidangkan, di Pengadilan ini, Para terdakwa menjawab kasus narkoba Pak hakim, yang ditangkab Polisi di Rumah Dede, Jalan Taman Bunga V Cipondoh Tangerang.

 

Saryfudin, Dede dan Moh Taufik, mengatakan kepada hakim, janjian dan mengajak Akmal, patungan untuk beli narkoba, 1 gram seharga Rp 1,5 juta, untuk di pakai di rumah Dede, sewaktu penangkapan, Akmal baru menuju ketempat kejadian, dan terdakwa Akmal ditangkab belum sempat mengkonsumsi sabu.

Jaksa Nesya, Putri Banten Satu mencecer beberapa pertanyaan kepada terdawa, Akmal anak Wakil Walikota Tangerang, terhadap Berita Pemeriaksaan Polisi ( BAP ) sesuai Chat Whasapp, apa benar menyuruh, Dede membeli sabu sebanyak 1 gram, dan Akmal mengakuinya.

Lebih lanjut, Akmal menerangkan ketika sampai di Jalan Taman Bunga V Cipondoh, Sabtu ( 6 / 6 / 2020 ) sekitar Pukul 0.15 Wib, ketiga temanya, Sarifudin, Dede dan Moh Taufik sudah ditangkap Polisi. dan Akmal ditangkap Polisi berdasarkan Chat dan Transfer uang Rp 800 ribu kepada Dede untuk beli sabu.

Para terdakwa yang didampingi Pengacara di Persidangan, menanyakan ketika terdakwa di tangkap dibawa kemana, terdakwa menjawab dibawa ke Polda, sejak pemeriksaan Polisi dan ditahan di Polda, dan selanjutnya para terdawa di Rehabilitasi di Rumah Sakit Polri, Lebak Bulus.

Pengacara menanyakan apakah sejak, 4 Juli 2020 sampai berkas di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Tangerang, pernah menjalani Rehap di, Rumah Sakit (Rumkit) Lembaga Pendidikan Dan Latihan (Lemdiklat) Lebak Bulus Jakarta Selatan. dan para terdakwa menjawab pernah.

Saff’ey dari, Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) yang mengawasi tanggapanya, anak Wakil Walikota Tangerang, Akmal yang tersandung narkoba, bersama Sarifudin, Dede dan Moh Taufik, apakah bisa di Rehabilitasi.

Menurut Saff’ey, kalau memang, para terdakwa ditangkap sedang menggunakan narkoba atau habis menggunakan, sesuai barang bukti yang ditentukan undang undang, wajib di Rehabilitasi karena para terdakwa adalah korban, dan itu juga tergantung pesanan hakim di Persidangan, sesuai hasil tes, urin dan Asesmant.

LIM

Share.

About Author

Leave A Reply