Hermanto: Depok Gagal Hanya Jargon Kota Religius Sekolah Madrasah Tak Terbangun

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK — Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah Kota Depok, Hermanto menilai Depok gagal di segala bidang. Karena tak dapat dipungkiri lagi, Depok yang dikatakan sebagai Kota religius di era kepemimpinan Walikota Mohammad Idris hanya sebutan saja. Namun, kenyataannya tidak demikian, itu hanya jargonnya saja.

“Artinya, jargon Depok Kota religius yang digaungkan itu, hanya lah slogan saja. Sebab, tidak satupun sekolah madrasah yang terbangun sejak kepemimpinan walikota Mohammad Idris. Jadi, Depok dikatakan Kota religius, nyatanya madrasah-madrasah tidak ada. Bagaimana bisa dikatakan kota religius,” tegasnya kepada pewarta, Selasa (10/11).

Dia juga mempertanyakan dengan banyaknya bangunan apartemen maupun sejenisnya yang dijadikan tempat transaksi narkoba. Bahkan, juga menjadi tempat prostitusi.

“Artinya, jangan sampai pembangunan-pembangunan apartemen atau segala macam, nyatanya disitu tempat sarang narkoba. Ada juga beberapa yang menjadi tempat prostitusi. Jadi, kita semua tau lah itu. Nah, nilai religius kita (kota Depok) itu dimana,” ketus Hermanto.

Hermanto mengingatkan, bahwa dengan calon Wali dan Wakil Walikota Depok yang diusung oleh partainya itu telah berkomitmen untuk mewujudkan Depok menjadi benar-benar kota yang relegius. Selanjutnya, pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia juga akan mewujudkan Depok menjadi kota yang modern dan berbudaya.

“Jadi, alasan itulah kenapa program kita (Pradi-Afifah) menjadi program unggulan. Bahkan akan kita buktikan tuntutan dari masyarakat, Depok menjadikan Kota religius yang sesungguhnya,” imbuh politisi PDIP kota Depok itu.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply