Tokoh Intelektual Papua: Tidak Ada Alasan Dana Otsus Itu Gagal

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA — Tokoh Intelektual Papua Moksen Idris Sirfefa mengaku sudah lama sekali mengikuti perkembangan dana otonomi khusus (Otsus) Papua. Menurutnya, Otsus Papua berhasil dan tidak gagal. Menurutnya, kalau dikatakan ada masalah karena kebijakan dan SDM yang tak tercapai itu harus diperbaiki.

” Jadi, ini tolong dipahami bahwa adanya Otsus menjadi jalan tengah. Pemerintah mengambil kebijakan adalah hasil kesepakatan antara Pemerintah dengan orang Papua jalan tengahnya melalui Otsus. Ada lima hal yg menjadi ranah dicapai dana Otsus diantaranya: kesehatan, pendidikan, perekonomian masyarakat, infrastruktur dan afirmasi bagi orang asli papua. Pemerintah punya program baik,” ujar Moksen, seusai acara Webinar Moya Discussion Group.

Menurutnya, bahwa peningkatan beasiswa ada 3 level seperti: SMA, Vokasi, pendidikan spesifik seperti dokter dan lainnya berasal dari dana Otsus. Ia mengungkapkan tahun ini ada 20 farmasi di Rusia yang memanfaatkan dari dana Otsus Papua.

“Namun, sayangnya apa yang dilakukan Pemerintah dalam komunikasi publik lemah dan tidak mengenalkan keberhasilan dana Otsus. Jadi, selama 20 tahun hanya melihat duit saja itu salah. Sebab, ada sektor strategis didalamnya. Kedepan harus komprehensif agar memperkuat dana Otsus agar daerah berdaya. Tentunya, perlunya transparansi dan pengawasan dalam anggaran demi kemajuan Papua,” tutur Moksen.

Moksen juga menambahkan, bahwa orang Papua ini watak ada tiga atau kebiasaan talenta. Selanjutnya, ada tiga garis besar bisa menjadi Pamong atau ASN, politisi, petani nelayan dan buruh. Dia mengajak kepada pemuda Papua untuk melihat teknologi, dunia global yang kompetitif.

“Artinya, dari tiga kepemilikan dasar kepemilikan dasar ini apakah bisa bersaing dengan dunia yang terus berubah dan ini adalah tantangan global. Kemudian, di Papua itu akan dihadapkan dengan perkembangan ekonomi kawasan terutama di kawasan Pasifik. Amerika dan China punya tempat bermain. Apakah dengan kualitas dari efek ekologis dan bisakah kita menghadapi dua Negara raksasa. Tentunya, kita optimis Papua bisa maju dan sejahtera dengan pendidikan yang baik,” pungkasnya.

Dalam acara Moya Discussion Group: Unity In Diversity “Manfaat Otsus Bagi Pendidikan & Pengembangan Pemuda Papua” Hadir juga beberapa narasumber, diantaranya, Tokoh Intelektual Papua Moksen Idris Sirfefa, Direktur Institute Kalaway Muda Nanny Uswanas, Pemerhati Papua dan Politik Internasional Prof. Imron Cotan, Tokoh Pemuda Ali Kabiay dan Moderator: LHKI PP Muhammadiyah Herry Sucipto.

Dalam acara Moya Discussion Group: Unity In Diversity “Manfaat Otsus Bagi Pendidikan & Pengembangan Pemuda Papua” Hadir juga beberapa narasumber, diantaranya, Tokoh Intelektual Papua Moksen Idris Sirfefa, Direktur Institute Kalaway Muda Nanny Uswanas, Pemerhati Papua dan Politik Internasional Prof. Imron Cotan, Tokoh Pemuda Ali Kabiay dan Moderator: LHKI PP Muhammadiyah Herry Sucipto.

SAID/YEN

Share.

About Author

Leave A Reply