Terpidana Dr. H Muhammad Rasydi, Kasus Korupsi Tabur Ke-106 Kejagung RI

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA  –  Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar yang bekerja sama dengan Tim Tabur Kejaksaan Agung (Kejagung) RI kembali berhasil mengamankan Terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas Nama Terpidana Dr. H Muhammad Rasydi, SE., MM Bin H. Muhammad Thoai di Jalan Al Markaz Al Islami, Kel. Lembo Kec. Tallo Kota Makassar Sulsel, Rabu (4/11).

Terpidana Dr. H Muhammad Rasydi, SE., MM di eksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung Rl. Nomor : 2550 K/Pid.SUS/2015 tanggal 09 Agustus 2016, yang memutuskan terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi secara bersama sama sebagaimana dalam surat dakwaan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diuabah dan ditambah dengan Undang-Undang Nonor 20 Tahun 2001 dan oleh karena itu dihukum dengan pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp. 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan dan dihukum membayar uang pengganti sebanyak Rp.332.250.000,- subsidiair 1 tahun penjara jika uang pengganti tidak dibayar oleh Terpidana.

Terpidana Dr. H Muhammad Rasydi, ditangkap setelah buron selama kurang lebih 4 tahun sejak tahun 2016, dimana sebelumnya Terpidana adalah Terdakwa dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Penyalahgunaan Anggaran Dana Block Grant Tahun Anggaran 2007 pada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.1,041miliar.

Terpidana Dr. H Muhammad Rasydi, diamankan oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Koordinator Bidang Intelijen AZI THYAZWADHANA, SH.MH bersama dengan anggota Tim Tabur HERDIAN RAHADI, SH., IDIL, SH.MH. dan RUDY, SH.MH., berserta Kasi Intelijen Kejari Makassar ARDIANSYAH AKBAR, SH.MH dan Kasi Pidsus Kejari Makassar SINRANG, SH.,MH.

“Awalnya ketika Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2550 K/Pid.SUS/2015 tanggal 09 Agustus 2016 diterima oleh Jaksa pada Kejaksaan Negeri Makassar, kepada Terpidana dilakukan pemanggilan untuk melaksanakan isi putusan, namun yang bersangkutan tidak mengindahkan walaupun sudah dipanggil secara patut 3 kali berturut turut dan oleh karena itu kemudian Terpidana dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dinyatakan buron. Selanjutnya ketika diintensifkan pencarian buronan oleh Tim Tabur Kejaksaan RI. diperoleh informasi bahwa Terpidana Dr. H. AHMAD RUSYIDI, S.E., M.M Bin H. MUHAMMAD THOAI sedang berada di rumahnya di Jalan Al Markaz Al Islami Kelurahan Lembo Kecamatan Tallo Kota Makassar. Setelah dapat dipastikan keberadaan Terpidana di dalam rumahnya kemudian Tim Tabur langsung melakukan penangkapan untuk selanjutnya dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Makassar untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan serta Rapid Tes dengan hasil Terpidana dinyatakan sehat / Non reaktif. Selanjutnya Terpidana dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I A Makassar untuk menjalani hukuman pidana penjara,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Hari Setiyono, SH MH.

Kapuspekum menambah bahwa keberhasilan penangkapan buronan pelaku kejahatan oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Tim Tabur Kejaksaan Negeri Makassar ini, merupakan keberhasilan Tabur yang ke106 di tahun 2020 dari buronan yang berhasil diamankan oleh Tim Tabur Kejaksaan RI. dari berbagai wilayah, baik dalam kategori tersangka, terdakwa, maupun terpidana.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply