Proyek Dikerjakan Tak Sesuai RAB, DBMSDA Kabupaten Tangerang Tak Peduli

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, TANGERANG   –  Pihak Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang hingga kini belum berkomentar atau memberikan tanggapan atas dugaan adanya pencurian volume pekerjaan pada proyek “Peningkatan Jalan Cihuni Pakulonan Barat”. Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air, Endang Sukendar maupun Kepala Dinas, Slamet Budhi belum berhasil ditemui.

“Pada gak ada Pak,” kata salah seorang pagawai DBMSDA yang ditemui, Rabu (21/10).

Seperti diberitakan sebelumnya pada Selasa (6/10) lalu dengan judul “Pencurian Volume Masih Terjadi Di Proyek DBMSDA Kabupaten Tangerang” bahwa aspal di proyek pengaspalan jalan sepanjang 867 meter di RW. 03 Kp. Pakulonan Barat Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapadua diduga kuat tidak mencapai ketebalan 4 cm. Hal itu terlihat pada sejumlah tempat dimana material bawah aspal terlihat berbayang. Bahkan di bagian pinggir jalan terlihat jelas aspal hanya sekitar 2 cm hingga 3 cm.

Di proyek bernilai kontrak Rp 543.103.000,- yang dilaksanakan oleh CV. Alfina Putri Tunggal itu, ternyata tak hanya ketebalan aspal yang dikurangi. Agregat untuk pelebaran badan jalan juga dikurangi. Agregat yang dialokasikan sebanyak 105,80 meter kubik disebut-sebut hanya dipasang sekitar 30 an meter kubik atau 4 hingga 5 truk berukuran 3/4 berkapasitas 6 hingga 7 meter kubik.

Informasi itu didapat dari seorang warga setempat yang mengaku ikut menurunkan agregat (batu spilt) dari truk pengangkut.
“Kalau tidak salah, hanya ada 4 atau 5 truk. Lupa juga saya persisnya. Tapi, ya kira-kira segitulah,” katanya, Kamis (8/10) lalu.

Pria berumur 40 an tahun yang tidak mau menyebutkan namanya itu mengatakan bahwa agregat atau batu split untuk pelebaran jalan, dihamparkan langsung di pinggir badan jalan.
“Seplitnya langsung diampar dipinggir jalan. Itupun tidak sepanjang jalan ini. Hanya sebagian saja. Karena pada umumnya sudah keras karena disemen atau diurug puing,” tuturnya.

Ditambahkannya, galian untuk pelebaran jalan hanya dilaksanakan beberapa meter saja di dekat makam. “Yang digali mah cuma yang dekat makam. Itupun, yah… dikorek-korek doang sedikit. Sepuluh senti mah ada kali,” pungkasnya dengan logat Betawi yang masih kental.

JUARA SIMANJUNTAK

Share.

About Author

Leave A Reply