KASAD Andika Perkasa Bertemu Wali Kota Probolinggo Bahas Penanganan Covid-19

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, PROBOLINGGO – Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menerima Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur.

KASAD yang saat itu baru selesai berolahraga, disambut oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo, kemudian berbincang mengenai langkah dan kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kota dalam menghadapi pandemi COVID-19.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Probolingo, Hadi Zainal Abidin mengatakan tantangan yang dihadapi soal kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Pemkot bersinergi dengan anggota TNI dan Polri untuk menegakkan disiplin, seperti himbauan untuk pemakaian masker.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Kendala dihadapi meskipun ekonomi di wilayah Probolinggo relatif stabil, seperti yang dikatakan oleh Wakil Wali Kota Probolinggo, Moch. Soufis Subri. Dikatakannya, rata-rata pertumbuhan ekonomi per tahun sebesar 5,9 persen. Dimasa pandemi memang menurun ke angka lebih dari 3 persen. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
“ Tentunya kita akan mendorong UMKM agar tetap tumbuh, makanya kita tidak melakukan penutupan akses jalan agar jalur ekonomi tetap berlangsung,” ujar Wali Kota Probolinggo.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
“Mengenai ketersediaan sarana pemeriksaan COVID-19 seperti lab PCR, Pemerintah Kota Probolinggo melakukan kerjasama operasional untuk pengadaan lab PCR dengan pihak lain,” tuturnya.

Menurut Hadi Zainal Abidin, pembelian perangkat lab PCR membutuhkan biaya yang besar dan proses yang panjang. Sedangakan jika mengirimkan tes SWAB untuk dicek di luar daerah membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui hasilnya.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Menanggapi hal tersebut, Jenderal TNI Andika Perkasa merasa senang dan mengapresiasi langkah dan kebijakan yang telah ditempuh Pemerintah Kota Probolinggo. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
“ Baguslah Pak Wali, saya senang dengarnya, berarti sangat progresif semua, sangat modern berfikirnya. Karena saya ingin tahu benar lapangan. Dan saya yakin tiap daerah juga punya variabel yang berbeda, jadi tidak bisa disamakan penanganan di kota dengan di provinsi, dengan di Jawa Barat atau di Jakarta,” tutup KASAD Andika Perkasa.

RED

Share.

About Author

Leave A Reply