Dua Tahun Sertifikat Tanah Belum Kelar, ATR/BPN Makassar Ada Apa

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, MAKASSAR  – Pengurusan sertifikat di kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Makassar kembali dikeluhkan. H. Ali, warga kelurahan Ujung Pandang Baru yang mengeluh karena permohonan sertifikat yang diajukannya pada tahun 2018 lalu hingga kini tak selesai-selesai.

Berdasarkan keterangannya, sertifikat yang ditunggu-tunggu tersebut adalah sebuah rumah tempat tinggal yang beralamat di Jalan Barrang Lompo Kelurahan Malimongan Tua, Kecamatan Wajo Kota Makassar.

Dimana untuk berkas persyaratannya telah dimasukan ke kantor BPN Makassar sejak tahun 2018 lalu tetapi hingga tahun 2020 ini masih belum selesai, bahkan dirinya beberapa kali menanyakan proses tersebut ke kantor Pertanahan, namun jawaban yang didapatkan hanyalah janji-janji.

“Jadi sudah hampir 2 tahun sampai sekarang sertifikat saya tidak selesai, padahal semua persyaratan sudah lengkap,” ujarnya dengan nada kesal, Jumat (16/10)

Dia menjelaskan, dahulu pernah ditanyakan kepada kantor BPN, jawaban petugas disana yaitu tunggu saja masih proses, karena prosesnya panjang.

Setelah itu waktu terus berjalan hingga dua tahun lebih, kemudian ditanyakan kembali, jawab BPN berkas persyaratan yang diajukan sudah dalam proses pengumuman.

“Setiap saya datang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) jawaban klasik yang keluar hanyalan masih proses. Padahal semua persyaratan sudah lengkap, ada apa dengan kantor ini, tahunya hanya mempersulit warga, “tambah Penasehat Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (MAPJ) ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Makassar, Andi Bakti Jufri, ketika dikonfirmasi RadarOnline.id, masih enggan memberikan banyak komentar terhadap keluhan warga kota Makassar ini. Ia hanya mengarahkan ke Kasubsi Penetapan Hak Tanah dan Pemberdayaan Hak Tanah Masyarakat, Ambo Tuwo.

Terpisah, Ambo Tuwo membantah telah memperlambat proses pembuatan sertifikat, dengan alasan persyaratan belum cukup.

“Yang jelas kita akan proses semua permohonan pembuatan sertifikat tanah, namun semua persyaratan harus dilengkapi terlebih dahulu, dan tidak benar jika kami mempersulit,” ujar Bowo sapaan akrab Ambo Tuwo, ketika dikonfirmasi 28 September 2020 lalu.

TIM

Share.

About Author

Leave A Reply