Lakukan Praktek Aborsi Siti Malika Dituntut 3 Tahun Penjara

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA   –   Siti Malika, terdakwa kasus abrosi dituntut 3 tahun penjara. Bidan asal Lamongan yang berdomisili di Perumahan Candi Lontar Blok 45 Surabaya Barat dinyatakan terbukti melanggar pasal 77A Jo Pasal 45A Undang-undang RI No. 35 tahun 2014, tentang perubahan atas undang-undang RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

” Menuntut terdakwa Siti Malikah hukuman penjara selama 3 tahun,”kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggraeni dari Kejari Surabaya, digelar diruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (14/10).

Selain hukuman badan, teradakwa diwajibkan membayar denda sebesar Rp 10 juta. “Dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti dengan kurangan penjara 3 bulan,”tegas Anggraini.

Atas tuntutan itu, Dimas Aulia Rahman selaku penasehat hukum terdakwa mengatakan tuntutan tiga tahun itu dirasa keberatan dan akan mengajukan nota pembelaan pada persidangan berikutnya. “Kami akan ajukan pembelaan yang mulia,”katanya.

Diketahui, kasus ini berawal saat terdakwa  Muzammil 32 tahun ( berkas terpisah) ingin menggugurkan kandungan pacarnya yakni RA 17 tahub yang sudah hamil 5 bulan. Lantaran takut dan tidak siap menjadi bapak dari bayi tersebut.

Muzammil lantas menghungi bidan Siti Malika melalui WhatsApp dan janjian ketemu disebuah mini market, pasangan kekasih dan bidan Siti Malikan tersebut kemudian menuju sebuah hotel. Lalu melakukan praktik aborsi.

Namun sebelum melakukan aborsi, ssi M  terlebih dahulu melakukan tawar menawar untuk tarif aborsi. Akhirnya disepakati tarif untuk aborsi sebesar Rp 2 juta.

Berdasarkan pengakuan Bidan kelahiran Desa Siser, Kecamatan Laren, Lamongan, praktik aborsi ini sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Setiap bulannya selalu ada pasien yang meminta digugurkan. Lokasi pengguguran selalu di hotel. Namun tidak di hotel yang sama antara satu pasien dengan pasien lain.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply