HOT

Bapenda Banten Diduga Pecah Paket Pengadaan Untuk Hindari Tender

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BANTEN  – Pekerjaan Pemeliharaan/Rehabilitasi Bangunan dan Bangunan Pelengkap Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten diduga kuat sengaja dipecah-pecah menjadi beberapa paket untuk maksud menghindari tender. Pekerjaan rehabilitasi gedung Bapenda dan bangunan pelengkapnya dengan total Rp 2.190.150.000,- dipecah menjadi paket-paket dengan nominal kurang dari Rp 200 juta. Hal mana diduga telah melanggar pasal 20 (2) Perpres No.16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Dari data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Bapenda Banten tahun 2020 diketahui ada 17 paket terkategori Pengadaan Langsung untuk pekerjaan Pemeliharaan/Rehabilitasi Gedung Bapenda dan Bangunan Pelengkapnya. Sebanyak 12 paket diantaranya telah ditayangkan di LPSE Pemerintah Provinsi Banten. Sementara 5 paket lainnya belum ditayangkan.

Paket-paket yang telah ditayangkan itu adalah (1) Kanopi Rp 189.150.000,- (2) Tampak Depan Gedung Bapenda Rp 189.150.000,- (3) Jendela Kantor Rp 189.150.000,- (4) Genteng Kantor Rp 189.150.000,- (5) Ganti Plafon Gedung Rp 174.600.000,- (6) Renovasi Ruang Rapat Rp 97.000.000,- (7) Ganti Granit Kantor Rp 82.450.000,-. Semua pekerjaan itu berada di 1 (satu) gedung yang sama.

Paket lainnya adalah berupa bangunan pelengkap yaitu (1) Renovasi Kantin Bapenda Rp 145.500.000,- (2) Pagar Belakang Rp 77.600.000,- dan (3) Paving Rp 116.400.000,- (4) Pemeliharaan PJU Rp 145.500.000,- dan (5) Pemeliharaan Taman Bapenda Rp 82.450.000,-.

Adapun paket-paket yang belum ditayangkan dan dilaksanakan adalah (1) Pemeliharaan Ruang Lobby Bapenda Rp 180.000.000,- (2) Pemeliharaan Atap Bapenda Rp 190.000.000,- (3) Penyekatan Ruang Kerja PEP dan Keuangan Rp 60.000.000,- (4) Pemeliharaan Jaringan Air Kotor Rp 190.000.000,- dan (5) Pengeboran Jaringan Air Bersih Rp 120.000.000,-

Terkait dugaan pelanggaran atas Perpres No.16 Tahun 2018 itu, pihak berwenang di Bapenda Banten hingga saat ini belum dapat memberikan keterangan. Surat konfirmasi yang dilayangkan radaronline.id tertanggal 25 September 2020 lalu, sampai saat ini tidak dijawab.

JUARA SIMANJUNTAK

Share.

About Author

Leave A Reply