Thie Butje Ancam Laporkan 4 Oknum Pengacara Atas Dugaan Penipuan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA  –  Keluar Uang Rp 10 Miliar untuk Urus Perkara Namun Tak Berhasil, Thie Butje Ancam Laporkan 4 Pengacara.

Thie Butje Sutedja ancam akan melaporkan ke polisi empat orang pengacara yang berkantor di Perumahan Wisma Mukti, Surabaya.

Ke empat Pengacara tersebut yakni berinisial ZR alias SD, YW, SY dan Y.

Seperti dikutip beritajatim.com, Thie Butje beralasan  keempat pengacara itu akan diperkarakan atas dugaan penipuan pengurusan permohonan Peninjauan Kembali (PK) No1756 dan 1758, Sesuai nomor perkara : 629/PDT.G/2012/PN.SBY di Pengadilan Negeri Surabaya.

“Saya sudah keluar uang hampir Rp 10 miliar, baru kembali sekitar Rp 4 miliar.,” akunya.

Dilanjutkan, dengan dijanjikan untuk memenangkan perkara tingkat Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI). Ternyata kandas karena perkara tersebut akhirnya kalah,” ujar Thie Butje Sutedja didampingi kuasa hukumnya Tugianto Lauw.

Menurut Thie Butje Sutrdja, uang Rp 10 miliar tersebut sudah diserahkan ke ZR alias Daud, dengan dalih dia bisa membantu menangkan perkara PK nya di Mahkamah Agung.  Katanya, dia akan nemui ketua MA Hatta Ali, dia bilang ke saya pak saya mau ke MA mau ketemu Pak Hatta Ali katanya begitu.

“Saya tunggu-tunggu putusannya katanya, selalu disuruh sabar, setelah menunggu dengan sabar ternyata kalah. Dia hanya mengembalikan Rp 80 juta, sedangkan sisanya, belum,” jelasnya.

Butje juga menjelaskan soal modus ZR alias SD yang sebelumnya mengaku kenal dekat dengan Menteri Luhut Panjaitan dan pernah menguruskan Pajak Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan juga pernah bekerja di Istana selama 30 tahun. Dan di Mahkamah Agung dikatakan kenal dengan nama Ginting seorang Hakim.

“Saya percaya karena dia ngaku banyak kenal pejabat seperti Pak Panjaitan seorang menteri, dia juga pernah urusi pajak Pak Jusuf Kalla, dan di MA dia kenal nama Ginting, Juga untuk PK itu katanya di MA dan uangnya dikasih untuk hakimnya 5 orang,” jelas Thie Butje Sutedja yang menirukan perkataan ZR.

Thie Butje Sutedja menegaskan jika ke empat oknum pengacara tersebut tidak melunasi maka dirinya akan menempuh jalur hukum. “Saya akan laporkan ke polisi karena saya sudah ditipu,” tegasnya.

Sementara pengacara ZR saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsappnya membantah dan mengatakan jika masalahnya dengan Thie Butje telah selesai, diakuinya juga Butje sudah menanda tangani pernyataan.

“Ini sedang kita urus, Intinya tidak ada saya menerima uang sebesar 10M , dan saya ada bukti juga bahwa beliau sendiri yang menulis surat pernyataan bahwa urusan dengan saya sudah selesai,” ujarnya, Selasa (18/8).

Bantahan juga dilontarkan oleh pengacara Yuskarwalu dan Yahya Wijaya mereka mengaku tidak tahu menahu adanya penyerahan uang seperti yang disebutkan Butje, sebab selama ini Butje hanya memberikan kuasa untuk mengajukan perlawanan eksekusi terhadap putusan 629/PDT.G, dan berkaitan perkara yang dipermasalahkan Butje ditangani oleh advokat lainnya sampai tingkat PK.

“Saya tidak pernah menerima uang seperti yang beliau tuduhkan Kami , saya dan Yahya hanya menerima kuasa perlawanan ditingkat pengadilan negeri Surabaya saja atas putusan 629/PDT.G yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap,” ujar Yuskarwalu.

Yuska menambahkan, sebenarnya masalah ini merupakan persoalan antara Zamroni dengan Butje, dan pihaknya tidak mengetahui.

Sementara Yahya menambahkan, pihaknya pernah diberitahu oleh Butje bahwa berkaitan dengan uang tersebut diserahkan kepada Zamroni.

Terpisah, Humas Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) DPC Surabaha Elok Dwi Kadja mengaku belum menerima laporan terkait adanya tindakan yang dilakukan pengacara tersebut. Namun apabila ada laporan maka pihaknya pasti akan menentukan sikap.

“Sejauh ini belum ada laporan masuk ke kami, dan kami pun juga masih melakukan pengecekan apakah mereka (pengacara) tersebut anggota kami,” papar Elok.

Diketahui, Perkara tersebut atas sengketa tanah Jalan Jemursari Selatan V Kav. 15 A, Kel. Jemurwonosari, Kec. Wonocolo, Kota Surabaya, Terdapat objek tanah 2 kavling dengan nomor sertifikat 1756 dan 1758, Sesuai nomor perkara : 629/PDT.G/2012/PN.SBY di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dalam perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH) antara Penggugat bernama Pintardjo Soeltan Sepoetro dan Nyonya Janda Mumahhaimawati, sedangkan dari pihak Tergugat antara lain 1. Rochadini, 2. Nurtjahjo, 3. Thie Butje Sutedja, 4. Notaris/PPAT Kota Surabaya Nyonya Mutia Haryani, SH, 5. Notaris/PPAT Kota Surabaya Olivia Sherline Wiranto,SH dan, 6.Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply