Manto: Karyawan Penerima Subsidi Harus Bekerja Lebih Aktif

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Guna melindungi dan mempertahankan serta meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja selama masa pandemi Covid-19 ini. Seluruh, pekerja atau karyawan yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan di Kota Depok akan dikutsertakan dalam program Bantuan Subsidi Upah dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia.

“Jadi, dengan bantuan ini diperuntukan bagi pekerja yang bukan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun BUMN dengan upah di bawah Rp 5 juta dan sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok Manto, Rabu (12/8), di kantornya.

Dia menerangkan, bahwa berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2019 lalu, sejumlah 125.161 pekerja penerima upah dan untuk pekerja bukan penerima upah mencapai 14.548 jiwa. Jadi, dari jumlah ini menjadi acuan BPJS Ketenagakerjaan untuk menyeleksi pekerja yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta.

“Artinya, dengan adanya subsidi gaji sebesar Rp 600.000 per bulan dan diberikan selama empat bulan atau total Rp 2,4 juta. Selanjutnya, dana ini diberikan setiap dua bulan sekali. Jadi, dalam satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp1,2 juta. Sementara, untuk regulasinya sedang digodok,” jelas Manto.

Manto juga mengingatkan kepada seluruh pekerja penerima subsidi ini, harus pekerja yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150 ribu per bulan.

“Artinya, dengan subsidi gaji ini merupakan perluasan stimulus bantuan sosial yang dicanangkan bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemnaker, Kementerian Keuangan dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Jadi, stimulus ini diharapkan jufa dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar terhindar dari resesi,” imbuh mantan Kadis PUPR Kota Depok itu.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply