DPO Djoko Tjandra Ditangkap, Fernando Silalahi: Apresiasi Polri

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Tertangkapnya DPO (Daftar Pencarian Orang) 11 tahun terpidana 2 tahun Djoko Sugiarto Tjandra oleh Polri, Direktur Eksekutif Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) Dr. Fernando Silalahi ST, SH, MH memuji langkah Kepolisian RI. Karena menurutnya, kasus yang menghebohkan jagat raya itu kini menutup lembaran Pertama Djoko Sugiarto Tjandra dalam pelariannya, setelah negara Diraja Malaysia menyerahkannya kepada penegak hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita angkat topi kepada Polri dalam hal ini Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo yang meminpin langsung penjemputan buronan 11 tahun Terpidana 2 tahun kasus Cassie (Hak Tagih) Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra dari Malaysia, baru-baru ini,” ujar Dr. Fernando Silalahi saat di konfirmasi di Kantornya Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/8) pagi.

Dr. Fernando Silalahi yang juga Advokat di Kantor Law Firm Fernando Silalahi & Partners itu mengatakan bahwa dengan penangkapan Djoko Sugiarto Tjandra ini Polri bisa menepis anggapan masyarakat adanya konspirasi di kepolisian dalam pemberian karpet merah terhadap buron itu.

Direktur Eksekutif Monitoring Saber Pungli Indonesia itu mengapresiasi langkah Polri yang bergerak cepat menelusuri keberadaan sangburon. “Kini Bareskrim Polri menutup lembaran Pertama pelarian Djoko Sugiarto Tjandra, tapi justru lembaran selanjutnya yang tidak kalah pentingnya. Untuk itu Kita meminta KPK bekerjasama dengan Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas aliran dana terkait pelarian Djoko Tjandra ke pihak- pihak lain,” ujar Sang Direktur Eksekutif MSPI itu.

Menurut Dr. Fernando, bahwa tertangkapnya Djoko Tjandra paska pencopotan sejumlah jenderal, adalah mengembalikan uang malingan (dikorupsi) itu.

Sebelumnya diberitakan upaya penangkapan terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra, dilakukan atas kerjasama Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Kerajaan Malaysia.

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan sebelum penangkapan, Kapolri Jenderal Idham Azis mengirim surat kepada Inspektur Jenderal of Police Malaysia Abdul Hamid bin Bador pada 23 Juli 2020.

Setelah Polisi Diraja Malaysia melakukan penangkapan fisik terhadap Djoko lalu diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk dibawa pulang ke Indonesia, pada Sabtu (1/8/2020).

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply