Penasehat Hukum HL: Ini Rangkaian Peristiwa Hukum Bukan Opini

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Sidang perkara pidana dugaan pencabulan oleh pendeta HL terhadap salah satu Jemaatnya kembali digelar.

Sidang Kali ini masih mengagendakan mendengarkan keterangan saksi.

Ada Lima saksi yang seharusnya datang dipersidangan namun kelima saksi tersebut semuanya tidak hadir.

Seusai sidang yang digelar secara tertutup Kuasa Hukum HL Abdurrahman Saleh, SH. mengatakan sidang hari ini masih mendengarkan keterangan saksi, tadi ada lima saksi namun semuanya tidak bisa hadir, dan keterangan saksi tadi dibacakan oleh jaksa, ucap Abdurrahman Kamis (23/7).

Masih pernyataan Abdurrahman, terkait seberapa jauh pembuktian Hukumnya, dalam hal ini hakim yang akan mempertimbangkan kwalitas pembuktian Hukum yang tanpa kehadiran saksi, itu nanti hakim yang akan menilai kwalitas Hukumnya, makanya saya tidak menolak dengan dibacakannya pernyataan saksi, karena memang sesuai dengan KUHP.

Ditambahkan selama ini saksi tidak pernah melihat peristiwa pidana, makanya hakim dalam hal ini harus jeli menilai pembuktian Hukum, ini adalah rangkaian peristiwa Hukum dan bukan opini, memang pengakuan merupakan salah satu alat bukti, tapi pengakuan tersebut harus diuji dengan alat bukti yang lain, seberapa jauh kebenaran dari pengakuan saksi di BAP, karena berita acara pemeriksaan (BAP) adalah rumusan hukum, kontruksi hukum yang dibangun oleh penyidik lalu dirumuskan oleh JPU untuk dihadiahkan kepada hakim, bahwa ada peristiwa pidana tapi peristiwa itu tentunya harus diuji secara hukum.

Terkait konfertasi hukum terhadap saksi,” saya tidak menanyakan lagi hal itu, karena kesaksian-kesaksian yang disampaikan yang membantah BAP adalah kesaksian hukum yang tidak boleh dirubah, tentunya hakim akan memakai kesaksian yang ada dipersidangan,” ungkapnya.

Terpisah juru bicara korban, Bethani Eden Thenu mengatakan, Dalam kasus pelecehan seksual HL terhadap IW, yang baru terungkap di hadapan keluarga dan publik pada tahun 2019, lalu dimulai dengan pengakuan IW kepada calon suaminya.

Setelah itu, dilanjutkan pengaduan IW dan calon suaminya kepada seorang pendeta di jakarta dan surabaya, akunya

Pada Saat pendeta HL melancarkan aksinya, memang tidak ada yang melihat, karena peristiwa itu terjadi di ruang private di lantai 4.

Namun selama kurun waktu tersebut beberapa saksi (BAP) melihat keberadaan IW di lt 4 tersebut.

Pada tanggal 23 dan 24 Desember HL pun mengakui perbuatannya di hadapan majelis (pengerja) gereja. Tukasnya.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply