Presiden Dukung Fase Uji Klinis Vaksin COVID-19

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA  –  Presiden Joko Widodo menerima tim uji klinis vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) beserta pihak Bio Farma dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (21/7).

“Kami baru saja selesai rapat bersama Bapak Presiden. Rapat ini kita fokuskan tadi mengenai vaksin yang selama ini mungkin masyarakat dan media sangat menunggu. Insyaallah ujungnya ada jalan. Kepala Negara amat mendukung fase uji klinis yang akan dilakukan terhadap vaksin untuk Covid-19 dan siap memberikan bantuan dukungan dan sarana yang diperlukan,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir yang turut mendampingi Presiden Jokowi.

Kepala tim uji klinis dari FK Unpad, Prof. Kusnandi mengatakan bahwa pihaknya amat optimistis dengan keberhasilan uji klinis tersebut, oleh karena dukungan dan bantuan yang disiapkan oleh Presiden.

“Kita semua sudah ketemu dengan Pak Presiden. Beliau sangat mendukung uji klinis vaksin ini dan akan membantu apapun kebutuhannya sehingga kami sangat optimistis. Kami rencanakan uji klinis ini selesai bulan Januari,” ucap Prof Kusnandi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan akan segera menyiapkan kebutuhan dari sisi penganggaran untuk mendukungnya. Pihaknya juga akan langsung berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait hal itu.

Untuk diketahui, uji klinis vaksin Covid-19 saat ini sudah berada pada tahap ketiga dengan melibatkan 1.620 sukarelawan. Hasil uji klinis tersebut nantinya akan dibandingkan dengan hasil uji klinis yang sama di berbagai negara.

Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito memastikan bahwa proses dan protokol fase uji klinis tersebut akan mendapatkan pendampingan ketat dari pihaknya. Selain itu, BPOM juga akan mempercepat pemberian izin edar apabila vaksin tersebut dinyatakan lolos uji klinis.

“Ini adalah tahap yang paling penting dan sudah tahap lanjut, artinya sudah hampir kita sampai pada menemukan dan memproduksi vaksin tersebut. Tentu saja Badan POM menjamin protokol dari uji klinis ini adalah valid,” tuturnya.

Lebih jauh, Kepala Negara juga menugaskan Bio Farma untuk memastikan kapasitas produksinya dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri selepas uji klinis dilakukan.

“Sesuai arahan Pak Presiden kami dari Bio Farma mendapat tugas untuk memastikan kapasitas produksi vaksin ini bisa dikelola dengan baik. Sampai saat ini kami sudah menyiapkan 100 juta dosis per tahun dan kita akan expand menuju 250 juta dosis per tahun,” tegas Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.

RED

Share.

About Author

Leave A Reply