Sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2013, Syahroni Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Anggota komisi D DPRD DKI Jakarta, Syahroni SE mengajak masyarakat untuk melestarikan lingkungan. Hal itu disampaikannya dalam sosilaisasi Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah, pada Minggu (19/7). 

Demi menjaga lingkungan, rencana kedepan dia menyarankan bagi warga untuk menampung sementara limbah minyak goreng bekas pakai. Kata Syahroni, dia pun akan memasang spanduk disetiap titik untuk menampung cairan limbah berminyak tersebut. 

” Nanti saya akan bagikan spanduk-spanduk di wilayahnya bagi ibu-ibu yang memiliki minyak jelantah itu jangan dibuang nanti silakan kumpulkan di nanti akan di kolektif di suatu tempat,” kata Anggota Fraksi dari PAN itu. 

Selanjutnya, teknis penampungan minyak jelantah akan dibuatkan konsep olehnya. Termasuk tata cara menampungan sementara hingga diangkut oleh petugas yang telah ditentukan nantinya. 

Saat ini, menurut Syahroni ibu rumah tangga bisa menampung minyak bekas didalam botol plastik dan dalam batas waktu yang ditentukan petugas akan mengangkutnya. 

Bagi masyarakat yang telah memberikan limbah minyak jelantah kepada tim petugas khusus rencananya akan didata dan diganti dengan produk minyak goreng yang baru. 

” Konsep-konsepnya nanti akan saya buatkan, mungkin setiap rumah disiapkan satu botol aqua (wadah  jadi untuk tempat menyimpan minyak jelantah. Nanti seminggu atau dua minggu hingga sebulan akan diganti dengan minyak yang baru seperti itu,” ungkapnya. 

Namun demikian, pihaknya juga telah mendiskusikan kepada Dinas LH DKI Jakarta dan jajarannya termasuk Camat Cakung, Achmad Sihabudin serta seluruh para Lurah yang berada di Kecamatan Cakung Jaktim. Sosialisasi pengolahan sampah juga dihadiri oleh Kadis LH DKI Jakarta Andono Warih, Kasudin LH Jaktim Herwansyah. 

” Tadi saya juga sudah obrolkan (ke Pak Camat, kita akan kumpulkan Lurah-Lurah, RW dan RT terkait ini. Hari ini kebetulan datang semua Pak Lurah Bu Lurah nanti kita akan ketemu lagi bahas masalah ini dan kita tidak bisa bahas seluruhnya paling tidak bisa memahami program yang kita laksanakan ini sangat bermanfaat buat lingkungan kita,” terang dia lagi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta (Kadis LH DKI Jakarta), Andono Warih mengatakan saat sosialisasi peraturan daerah (Perda) seputar pengolahan sampah. Kadis LH pun meminta masyarakat tidak membuang minyak jelantah dengan tujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan. 

” Jadi kalau kami Dinas Lingkungan Hidup ini kalau berbicara masalah lingkungan, seperti yang kita sadari lingkungan itu apa lingkungan itu semua yang di luar kita. Yaitu ada udara ada air ada juga sampah. Jadi semua cangkupan besar sekali. Sekitar Kecamatan Cakung, Jakarta Timur untuk tidak membuang minyak goreng bekas,” harapnya. 

Andono Warih melanjutkan, dalam Perda No 3 Tahun 2013 tentang pengolahan sampah juga merincikan pentingnya menjaga lingkungan. Adapun dampak diantaranya, jika minyak jelantah dibuang akan mencemari aliran air dan terjadi penyumbatan. Akibat penyumbatan, di musim penghujan kata dia aliran air akan meluap dan menyebabkan banjir. 

” Habis dipakai di buang. Atau sebelum di buang, digunakan berulang ulang sampai item banget. Kalo belum item belum di buang. Minyak jelanta ini penyumbat saluran dia akan menggumpal dan menyumbat saluran. Nah kalau menyumbat saluran pada saatnya akan memperparah banjir,” ujar dia. 

Sekedar informasi, dalam acara tersebut turut hadir jajaran pejabat teras dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) seperti Kasudin LH Jakarta Timur, Kepala Pengelola Sampah Terpadu Pulogebang, Kasudin LH Jakarta Selatan, dan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) LH Kecamatan Cakung.  

RESTU

Share.

About Author

Leave A Reply