Yulia Pemegang Saham PT. CSI Diperiksa Kejagung Terkait Kredit Macet Bank Mandiri

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, melakukan pemeriksaan satu saksi atas nama Yulia, di Gedung Bundar, Kejagung, Rabu (1/7).

“Yulia selaku komisaris dan yang juga pemilik PT. Central Steel Indonesia (CSI) diperiksa sebagai saksi terkait dengan Perkara Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) dalam pemberian dan penggunaan fasilitas Kredit dari PT. Bank Mandiri kepada PT. CSI) untuk mencari fakta apa saja yang sudah dilakukan saksi selaku pengawas dan pemilik modal atau saham guna membuktikan kesalahan dalam pemberian fasilitas kredit tersebut diatas,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Hari Setiyono SH MH.

Sebelumnya (30/6/20) penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 saksi atas nama

  1. NOVITA (Pemilik PD Megatama Electric)
  2. NADIA KRISTIANTO (Pemilik PT Aditama Elekrindo). Demikian juga halnya dilakukan pemeriksaan terhadap GOEIJ SIAUW HUNG selaku Pemilik PT. Sinar Purnama.

Menurut Kapuspenkum, Novita dan Nadia Kristianto sering berhubungan dengan PT. CSI. Oleh karena itu keterangannya dianggap perlu untuk membuktikan kesalahan dalam pemberian fasilitas kredit itu.

Sekedar diketahui, bahwa dalam penyalahgunaan kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ke PT CSI ini dua orang yakni Mulyadi Supardi alias Hua Ping dan Erika Widiyanti Liong telah dihukum. Mulyadi Supardi (Dir keuangan) PT. CDI divonis 5 tahun 6 bulan dan denda Rp 300 juta subsidider 6 bulan. Sementara, Erika (Dirut) divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidier 6 bulan. Tapi kepada kedua terpidana majelis hakim tidak menjatuhkan hukuman membayar uang pengganti, pada persidangan tahun 2018 silam.

Kedua terpidana telah merugikan uang negara lebih dari 200 miliar dari kucuran kredit Rp.500 miliar dari Bank Mandiri.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply