Jalankan Aplikasi GOJEK Fiktif Kedua Terdakwa Raup Keuntungan Puluhan Juta

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Sidang perkara penyalahgunaan Aplikasi Go-Food dengan terdakwa Mohammad Thoha Dzikri dan terdakwa Mohammad Irfan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (2/7) dengan agenda Dakwaan.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jawa-Timur, kedua terdakwa dalam melakukan kejahatannya dengan cara membuat akun Aplikasi Gojek fiktif.

Terdakwa Thoha selaku pemilik Aplikasi modifikasi, sedangkan Irfan selaku operator Aplikasi.

Dalam mengendalikannya, pesan antar Aplikasi Go-Food tersebut adalah fiktif, pemesanan dilakukan oleh kedua terdakwa sudah berjalan satu bulan dengan omset tiga akun Aplikasi sebesar 90 juta, dimana terdakwa M.Thoha seolah-olah mempunyai beberapa kedai, seperti kedai Kopi 201 dan ada juga kedai coffe Restoe iboe berlokasi di daerah jambangan.

Selain Restoe iboe ada juga Resto sambal Juara semua resto tersebut sebenarnya tidak ada.

Cara pembayarannya dengan menggunakan virtual Gopay dari voucher diskon yang ada di Aplikasi Gojek, kemudian terdakwa Thoha memperkerjakan Driver Gojek yang menerima order atau pesanan seolah-olah driver Gojek tersebut disuruh untuk mengantar pesanan dengan tanpa membawa Makanan ataupun minuman.

Atas perbuatannya Jaksa Rahmawati Utami menjerat kedua terdakwa dengan pasal 378 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Seusai dakwaan, Jaksa langsung menghadirkan Saksi Dari Kepolisian Polda Jatim, untuk memberikan keterangan di depan Majelis Hakim.

Saksi membenarkan penangkapan kedua terdakwa tersebut. ” Benar Pak,” kedua terdakwa tersebut mempunyai Aplikasi palsu dengan cara membuat Aplikasi Gojek dalam pembuatan Aplikasi tersebut terdakwa menggunakan jasa Driver Gojek seakan-akan Driver tersebut melakukan pembelian makanan Dan minuman di kedai coffee Restoe iboe.

“Padahal Coffee Restoe Iboe tersebut tidak ada alias fiktif,” paparnya.

Seusai memberikan keterangan saksi juga menunjukkan barang bukti berupa tiga buah hape Android dan puluhan kartu paket buang yang sudah terdaftar dengan nama dan alamat fiktif.

Atas pernyataan saksi dari kepolisian, kedua terdakwa mengakui perbuatannya.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply