RS Awal Bros Diduga Jadikan Pasien Dasar Uji Coba Demi Dana COVID-19

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BATAM – Nasip Siahaan SH selaku Penasehat Hukum keluarga nenek Yanti Bunardi menjelaskan kepada RadarOnline.id, bahwa pelayanan di ruang isolasi sangat minim, sehingga pihak keluarga protes ke pihak rumah sakit. Hingga akhirnya pasien dipindahkan ke ruang inap 518 VIP Solandra setelah kurang lebih lima jam di ruang isolasi.

Namun sangat di sayangkan pelayanan pihak RS Awal Bros tidak memberikan pelayanan sesuai kedatangan keluarga dari awalnya, maksudnya tindakan awal medis menganalisa diaknosa penyebab sakit si pasien tidak berujung usai.

“Pihak keluarga membawa nenek Yanti ke RS Awal Bros tadinya untuk suntik garam (electrolyte imbalance at moderate dehydration), karena badannya lemas karena jatuh di dalam rumahnya yang berdampak patah tulang pada bagian kaki, tahu-tahu disebut pasien PDP Covid-19 dan diisolasi. Tentu saja pihak keluarga protes keras. Bukanya di rontgen keadaan tulan tersebut atau suntik garam, malah yang di lakukan SOP Covid-19,” ungkap Nasip kecewa kepada RadarOnline.id.

Akhirnya, pada Sabtu (13/6/2020), hasil tes swab terhadap nenek Yanti pun muncul dan diketahui negatif. Namun, kata Nasip, pihak rumah sakit tetap untuk melarang nenek Yanti pulang dengan alasan harus menjalani perawatan lanjutan.

“Di sana kami sempat adu argumen dan higga akhirnya klien saya ini bisa dibawa pulang pihak keluarga. Lagi-lagi saya ingin mempertanyakan bagaimana pihak rumah sakit bisa seenaknya menentukan seorang pasien masuk gejala Covid-19 sementara kesehariannya sama sekali tidak ada riwayat berpergian. Orangnya sudah tua kok. Namanya aja nenek-nenek, rentan akan dalam situasi seperti ini mau kemana mana-mana, aneh ya analisa Rumah Sakit ini.” ujar Nasip.

Yang lebih kaget lagi, sambung Nasip, sebelum membawa sang nenek kembali pulang ke rumah, pihak keluarga kaget mendengar bahwa semua pembayaran telah dimasukkan ke Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19. Besar biaya diperkirakan saat itu mencapai Rp 27.000.000;.

Menurut keterangan pihak administrasi dan keuangan RS Awal Bros Batam, semua biaya sang nenek sudah dibebankan ke Gugus Tugas, dan uang jaminan yang telah dibayarkan sebelumnya sebesar Rp 10.000.000; akan dikembalikan kepada keluarga.

Di konfirmasi terpisah Ketua Tim Intelejen Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara (LPPN) Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Muhamad Sukri menjelaskan, bahwa dirinya sangat menyayangkan perlakuan tindakan RS.Awal Bros yang menimpa terhadap keluarga pasien Yanti Bunardi beberapa hari lalu.

Di tarik dalam persoalan ini, kalau kita bersama menilainya, langkah awal yang harus di kedepankan oleh pihak rumah sakit kepada pasien, semestinya yang di lakukan dalam tindakan awal adalah mengedepankan keluhan si pasien yang datang mestinya. Bukan malah mengedepankan persoalan riuhnya pasien covid-19 dulu, apa lagi selepas pemeriksaan awal (SOP Covid-19) sudah di sandang oleh pasien bahwasannya non reaktif, semestinya pihak rumah sakit langsung mengambil langkah jitu untuk lebih mengedepankan kesehatan pasien sesuai permintaan keluarga.

“Persoalan ini jangan sampai di anggap enteng, apa lagi menyangkut nyawa orang laen. Rumah sakit harus lebih hati hati dalam melakukan penanganan, baik itu dalam tingkatan tindakan dokter, sampai dengan administrasi. Sekarang semuanya serba terpantau, terutama menyangkut anggaran covid-19, jika di duga ada menyelewengkan anggaran covid-19 bisa di tangkap dan di penjarakan,” tegas Sukri, Minggu (28/6).

Lebih lanjut, kata Sukri, pihaknya akan mempertanyakan bahkan menyurati kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo untuk
memastikan penggunaan anggaran penanganan virus corona yang mencapai triliunan rupiah dapat dipertanggungjawabkan kedepannya. Karena hal ini kalau memang benar jelas adalah temuan.

” Kalau benar cerita ini adanya, di duga keras ada kerjasama pihak RS Awal bross untuk menjadikan pasien dasar uji coba demi untuk menggelontorkan dana Covid-19,” Sukri.

BIN

Share.

About Author

Leave A Reply