Merasa Dibohongi Dirut PT. Prima Lima Tiga Dilaporkan Kreditur ke Polisi

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Ir. Peter Sosilo selaku Kreditur PT. Prima Lima Tiga melalui Penasehat Hukumnya Yafety Waruwu SH., menjelasakan persoalan perkara PT. Prima Lima Tiga (PLT) terkait Putusan Pailit oleh Niaga Pengadilan Negeri Surabaya melaporkannya Isaac Nugraha Munandar ke Polrestabes Surabaya, karena ada unsur tindak pidana penipuan.

Atas dijadikannya tersangka terhadap Isaac Nugaraha Munandar, oleh kepolisian Polrestabes, Yafety membenarkannya.

“Ya memang sudah saya laporkan dan sejak 18 Mei 2020 Isaac sudah dijadikan tersangka,” terangnnya.

Masih pernyaatan Yafety sudah diketahui bersama bahwa sebelumnya pihak PT. Prima Lima Tiga sudah diberikan tenggang waktu oleh hakim pemutus, baik itu terkait permohonan proposal Perdamaian, dan permintaan pemunduran pembayaran hutang dengan alasan pandemi Covid-19, namun pihak PT. Prima Lima Tiga tidak ada niatan baik untuk segera melunasi tanggung jawabnya, sehingga pada 10 juni 2020 hakim pemutus Niaga PN Surabaya memutuskan Putusan Pailit terhadap PT. Prima Lima Tiga.

Dikatakan, lanjut Yafety anehnya pihak PT.Prima Lima Tiga malah melaporkan kreditur ke kepolisian padahal kerugian yang diderita pihak Kreditur total keseruhan sebanyak 30 miliar,termasuk kerugian yang paling banyak yakni Ir. Peter Sosilo.

Coba bayangkan klien kami kerugiannya puluhan miliar la kok malah klien kami dilaporkan oleh beliau, jelas dia itu mencari-cari kesalahan dengan tujuan menghambat pembayaran hutangnya.

Padahal dalam hal ini pihak PT.PLT sendiri sejak awal memberikan keterangan palsu.

Atas laporan Isaac Nugraha Munadar tersebut ke kepolisian, maka kami juga melaporkan beliau ke pihak Kepolisian.

“Untuk saat ini pihak penyidik Polrestabes Surabaya menjerat Isaac Nugraha munandar dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan sesuai dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP terhitung sejak tanggal 18 Mei 2020 Isaac Nugraha Munandar ditetapkan sebagai tersangka, dalam perkara ini tersangka tidak dilakukan penahanan,” papar Yafety, Sabtu (27/6).

Masih pernyataan Yafety dilaporkannya Isaac ke Polrestabes oleh staff legal PT. Qase Arta Kapital lantaran sebelumnya tersangka menjanjikan 19 unit kondotel beserta PPJB. “Namun setelah uang diserahkan sebesar Rp 4 Miliar, Isaac Nugraha Munandar selaku pemilik Alpines Condotel diminta datang ke notaris untuk menyerahkan PPJB pada jadwal yang ditentukan Isaac tidak kunjung datang, bahkan nomer telponnya sudah tidak bisa dihubungi,” pungkas Yafety.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply