Rivan Minta Kejati DKI Eksekusi Advokat Albert Tiensa Terpidana 1 Tahun

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Rivan minta Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta eksekusi terpidana 1 tahun penjara atas nama Advokat Albert Tiensa dan Silvi Hartanto, Jumat (19/6).

Rivan menganggap Kejati DKI Jakarta tidak profesional dalam menjalankan tugasnya selaku eksekutor atas putusan pengadilan.

“Kita berharap Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta segera mengeksekusi kedua terpidana. Kan putusan sudah diterima kejaksaan sejak tanggal 28 Mei 2020. Ya, seharusnya eksekusi dong, ngapain ditunggu-tunggu? Tunggu siapa?” ujar Rivan kepada media ini.

Menurut Rivan kejaksaan telah menerima Petikan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 302/Panmud/2020/469/K/2020, yang amar putusannya menolak kasasi yang diajukan terpidana Advokat Albert Tiensa, SH, MH (56), dan Silvi Hartanto atas vonis 1 tahun pidana penjara Pengadilan Tingkat pertama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dan Pengadilan Tingkat Banding Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, Rabu tanggal 20 Mei 2020.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maidarlis, SH dari Kejati DKI Jakarta sebelum telah menjatuhkan Tuntunan 2 tahun dan 6 bulan kurungan pidana terhadap terdakwa Albert Tiansa dan Silvi Hartanto karena kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pemalsuan surat dan menggunakan surat itu sebagai bukti pada perkara sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP.

Ketua Majelis Hakim Suharso, SH, MH sependapat dengan JPU bahwa terdakwa Albert Tiansa dan Silvi Hartanto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dalam tuntutan JPU Maidarlis, namun majelis tidak sependapat dengan hukuman pidana yang dijatuhkan JPU itu, majelis berbaik hati dan hanya menjatuhkan hukuman 1 tahun pidana penjara terhadap kedua Terdakwa itu.

Meskipun majelis hakim telah meringankan hukuman Terdakwa Silvi Hartanto dan terdakwa II Albert Tiensa tetap mengajukan banding karena Terdakwa Albert Tiansa yang berprofesi sebagai advokat itu ngotot mengatakan dirinya tidak bersalah.

”Karena dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum telah terbukti maka dakwaan subsider tidak perlu lagi dipertimbangkan majelis. Oleh karena dakwaan JPU itu telah terbukti maka pledoi dari terdakwa maupun pledoi dari penasehat hukum terdakwa tidak lagi dipertimbangkan atau dikesampingkan,” ujar Ketua Majelis Hakim Suharso, SH, MH dalam amar putusannya.

Putusan hakim itu lebih ringan 1,5 tahun dari Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maidarlis, SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta yang telah menjatuhkan Tuntutan hukuman 2 tahun dan 6 bulan pidana penjara, karena Terdakwa Albert Tiensa dan Terdakwa Silvi Hartanto telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP.

Terdakwa Advokat Albert Tiensa, SH, MH telah menyuruh saksi F.X Benny Kusuwarto membuat (mengetik) Surat pernyataan yang isinya Palsu tertanggal 14 April 2015 di Kantor terdakwa II Albert Tiensa SH, MH.

Kemudian terdakwa Albert Tiensa membawa surat pernyataan tanggal 14 April 2015 yang dibuat saksi FX Benny itu ke Kelurahan Paseban, Kec Senen, Jakarta Pusat dan menemui saksi Piping Mulya Pribadi (staf kelurahan).

Atas permintaan terdakwa ll Albert Tiensa SH, MH, Piping Mulya Pribadi menandatangan surat pernyataan itu disaksikan Terdakwa I Selvi Hartanto.

Dan surat pernyataan 14 April 2015 yang ditandatangani Piping Mulya Pribadi itu dipergunakan terdakwa advokat Albert Tiensa sebagai bukti dalam perkara saksi Lina Miranti yang saat itu terdakwa dalam dakwaan Pasal 167 KUHP, sebagai klien advokat Albert Tiensa.

Karena surat pernyataan tanggal 14 April 2015 itu dijadikan bukti pada perkara Lina Miranti dalam dakwaan Pasal 167 KUHP itu, maka Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili perkara Lina Miranti itu menjatuhkan putusan Onslah.

Atas digunakannya surat pernyataan tanggal 14 April 2015 yang ditandatangani Piping Mulya Pribadi itu pada Perkara terdakwa Lina Miranti itu dan putusan menjadi onslah, saksi pelapor Rivan Hartanto melaporkan Piping Mulya Pribadi Kepolda Metro Jaya atas penandatanganan surat pernyataan tanggal 14 April 2015 yang ditandatangani Piping Mulya Pribadi itu.

Ketua Majelis Hakim Suharso yang juga selaku majelis dalam perkara Piping Mulyadi menyebutkan: “Piping Mulya Pribadi adalah korban dari terdakwa Albert Tiensa. Piping Mulya Pribadi telah dihukum 1 tahun dan 6 bulan pidana penjara dan dipecat dari PNS serta tidak mendapatkan tunjangan hari tua karena telah menandatangani surat pernyataan tanggal 14 April 2015. Oleh karena tidak ada yang dapat menghapus perbuatannya itu, maka harus dijatuhi kepadanya hukuman 1 tahun pidana penjara,” ujarnya.

Akibat surat pernyataan 14 April 2015 itu, 3 orang menjadi terpidana.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply