Iptu Firdaus Menyebutkan Proses Pembuatan SIM Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional sudah di berlakukan, namun tidak berarti masyarakat bisa beraktivitas secara bebas seperti sebelum pandemi Coronavirus atau Covid-19 mewabah. “Untuk itu, masyarakat harus tetap mematuhi peraturan protokol kesehatan, ketika seluruh pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM), pembuatan baru atau perpanjang,” ujar Kasubnit Satpas SIM 1221 Pasar Segar Depok, Iptu Firdaus, Jum’at
(11/06).

Dia menjelaskan, bahwa Satpas SIM 1221 Pasar Segar Depok, akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM), pembuatan baru atau perpanjang. Namun, kami mengimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan pembuatan SIM untuk datang langsung ke Satpas SIM 1221 Pasgar Depok, guna mengikuti proses pembuatan SIM sesuai syarat dan prosedur yang resmi.

“Jadi kami mengingatkan, hindari jasa pembuatan melalui percaloan. Pihak Satpas SIM Pasgar Depok tetap berkomitmen membangun kerjasama yang baik dengan masyarakat agar menghindar dan menolak tawaran para calo,” jelas Firdaus.

Firdaus menambahkan, bahwa pihaknya

pun terus berusaha memberikan pelayanan sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga semua pemohon bisa mengikutinya aturan tersebut, mulai dari ujian teori mengenal rambu-rambu larangan dan aturan lainnya. Selanjutnya, pemohon juga harus mengikuti praktek langsung dengan kendaraan roda dua atau roda empat.

“Jadi, sebaiknya bagi pemohon yang ingin membuat sim membawa surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit terdekat. Karena, untuk lebih mempermudah kelengkapan administrasi penerbitan sim,” imbuhnya.

Sementara itu, petugas Satpas SIM 1221 Pasgar Depok, Bripka Saiful menerangkan, bahwa masih dalam Pandemi Coronavirus atau Covid-19, bagi para pemohon pembuatan dan perpanjang SIM diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan. Karena,
paska ditutupnya Satpas SIM 1221, hingga saat ini masyarakat yang ingin melakukan pembuatan SIM begitu antusias sehingga membludak dan sempat terjadi antrian panjang di tempat pendaftaran.

“Namun, walaupun pemohon pembuatan SIM membludak, kami tetap melayani hingga selesai dengan tetap mentaati protokol kesehatan, baik saat pemohon mendaftar cek kesehatan dengan melakukan cek suhu menggunakan termo guns serta memberikan hand sanitizer kepada pada pemohon.

“Jadi, kami mengimbau para pemohon SIM agar tetap mentaati protokol kesehatan dengan menjaga jarak, dan wajib menggunakan masker serta cuci tangan pakai sabun serta menggunakan hand sinitezer,” imbuhnya.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply