Jampidsus Tahan Teguh dan Sujadi Tersangka Dugaan Korupsi PT Danareksa

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPIDSUS) Kejaksaan Agung Kejagung) RI menahan lagi 2 orang Tersangka dugaan korupsi PT Danareksa, Rabu (10/06).

“Kedua tersangka Teguh Ramadhani dan Sujadi ditahan setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pemberian fasilitas pembiayaan dari PT. Danareksa Sekuritas kepada PT. Evio Sekuritas Tahun 2014-2015,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Hari Setiyono SH MH.

Hari Setiyono menjelaskan bahwa kedua tersangka ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Teguh Ramandani ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : Print-39/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 06 Agustus 2018 jo Print : 238/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 14 Agustus 2018 jo Print : 138/F.2/Fd.1/07/2019 tanggal 03 Juli 2019 Jo Print : 19/F.2/Fd.1/01/2020 tanggal 15 Januari 2020 jo Print : 152/F.2/b Tersangka (Pidsus 18) Nomor : TAP-23/F.2/Fd.2/01/2020 tanggal 15 Januari 2020 an. Tersangka TEGUH RAMADHANI.

Sedangkan Sutaji ditahan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : Print-39/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 06 Agustus 2018 jo Print : 238/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 14 Agustus 2018 jo Print : 138/F.2/Fd.1/07/2019 tanggal 03 Juli 2019 Jo Print : 149/F.2/Fd.1/03/2020 tanggal 09 Maret 2020 jo Surat Penetapan Tersangka (Pidsus 18) Nomor : TAP-20/F.2/Fd.2/01/2020 tanggal 15 Januari 2020

‘Kasus posisi perkaranya sendiri bermula ketika PT. Danareksa Sekuritas sejak Bulan September 2014 sampai dengan Bulan Nopember 2015 memberikan pembiayaan sebesar Rp. 105 Milyar dengan cara melawan hukum yaitu melakukan Repo dengan jaminan saham SIAP yang tidak memenuhi syarat, dan memberikan pembiayaan trading (perdagangan saham) dengan tidak sesuai limit transaksi dan tidak melakukan Forced Sale / Penjualan Paksa Saham Jaminan, sehingga bertentangan dengan Surat Keputusan Komite Pengelolaan Risiko PT. Danareksa Sekuritas Nomor 001/KPR-DS/2011 tanggal Februari 2011. Sehingga mengakibatkan posisi atau outstanding pembiayaan oleh PT. Danareksa kepada PT. Evio Securities dan group yakni Rennier, Gregorius Edwin, Teguh Ramadhani, Reza Pahlawan, Suryananda Adriansyah (terafiliasi) hingga saat ini merugi sebesar Rp. 105,237.990.293,- sehingga menjadi kerugian keuangan Negara berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam rangka Perhitungan Kerugian Negara BPK RI Nomor : 04/LHP/XXI/02/2020 tanggal 11 Februari 2020,” ujar Kapuspenkum.

Masing masing tersangka untuk masa penahanan selama 20 hari sejak tanggal 10 Juni 2020 sampai dengan tanggal 29 Juni 2020.

“Kedua tersangka ditahan rutan dengan pertimbangan obyektif Pasal 21 ayat (4) KUHAP). Bahwa Pasal sangkaan terhadap para Tersangka, yakni melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana penjaranya lebih dari 5 tahun. Sementara alasan subjektif berdasarkan Pasal 21 ayat (1) KUHAP, dikhawatirkan tersangka melarikan diri, mempengaruhi saksi-saksi, dan atau menghilangkan barang bukti sehingga dapat mempersulit pemeriksaan penyidikan atau menghambat penyelesaian penyidikan perkara dimaksud,” ungkap Hari Setiyono.

Lebih jauh Kapuspenkum mengungkapkan bahwa penahanan rutan terhadap 2 tersangka merupakan penahanan susulan, setelah dilakukannya Penahanan terhadap 4 Tersangka lainnya pada tanggal 3 Juni 2020 atas nama MARCIANO HERSONDRIE HERMAN, RENNIER ABDUL RAHMAN LATIEF, ERIJAL dan ZAKIE MUBARAK.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply