Jangan Kaget Makan di Kantin Sehat Walikota Jakbar, Air Minum Wajib Bayar

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Pasca dilakukan renovasi, penampakan kantin yang berada di komplek kantor walikota Jakarta Barat saat ini ada perubahan dan perbedaan dari hal biasanya. 

Perubahan dan perbedaan di kantin bernama “Kantin Sehat” yang kini dikelola oleh Koperasi Wijaya Kusuma itu terlihat saat ini, dimana ketika pengunjung hendak makan-minum harus terlebih dahulu membayar makanan yang dipesan di kasir pemesanan. 

Itu sebabnya, jika anda berkunjung dan hendak makan di “Kantin Sehat” jangan kaget dan heran bilamana pedagang makan tidak memberikan air minum. Karena ketika memesan makanan di salah satu kios makanan tidaklah berikut dengan air minum. Artinya pelanggan wajib memesan dan membayar menu air minum di kios lain yang telah ditentukan. 

Padahal biasanya sebelum kantin direnovasi dan dikelola Bagian Umum dan Protokol Kota Administrasi Jakarta Barat, pengunjung kantin yang hendak makan cukup menunjuk menu makanan berikut air minum kepada pemilik kios makanan untuk dibuatkan dan setelah habis makan baru dibayarkan pelanggan. Kemudian, pengunjung bebas minta air minum tanpa bayar kecuali teh manis panas dan es teh manis. 

Walikota Jakarta Barat, Rustam Efendi ketika dikonfirmasi tentang perubahan dan perbedaan serta beberapa hal lainnya dalam pengelolaan Kantin Sehat tidak berkomentar banyak, “Dikelola oleh koperasi karyawan kantor walikota Jakarta Barat,” kata Rustam melalui pesan WhatsApp-nya, Kamis (04/06).

Sementara Ketua Koperasi Wijaya Kusuma, Heriyanto ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya belum memberikan penjelasan. 

Salah seorang pengunjung Kantin Sehat mengaku tidak mengerti maksud dan tujuan dilakukannya perubahan tersebut dari yang biasanya, “Maksud dan tujuan diberlakukan seperti ini supaya disebut kekinian, entahlah. Namun yang saat ini rumit dan seolah kantin ini menjadi bisnis komersial,” ujarnya kepada RadarOnline.id, Jumat (05/06).

MARKUS

Share.

About Author

Leave A Reply