Laka “Maut” Diduga Terdakwa Margaretha Mabuk Alkohol

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, TANGERANG   –  Kasus kecelakaan lalulintas dengan Terdakwa Aurelia Margaretha Yulia (26), pengemudi Honda Brio dengan kecepatan tinggi diduga dalam keadaan mabuk menabrak korban Andrie Njotihusodo (50) bersama anjingnya,  di Komplek Perumahan Vilage Lippo Karawaci, pada Minggu (29/3) sore, mulai disidangkan, Rabu (3/6) di PN. Tangerang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haerudin dibantu Oktaviandi dari Kejaksaan Negeri, dalam sidang Perdana hanya membacakan dakwaan dihadapan  Majelis Hakim yang diketuai Arif Budi Cahyono dan rombongan dari korban yang  membludak di ruang sidang tanpa mempedulikan Protokol Corona Virus Disease atau COVID-19.

Dalam kronologis kecelakaan lalulintas (Laka) ” Maut ” berjalan sejauh  4 rumah dari rumahnya,  Andrie bersama anjingnya, ditabarak terdakwa hingga tewas, Margaretha yang mengendarai mobil dengan Kecepatan tinggi di Kompleks Perumahan Lippo Vilage sempat Viral.

Korban yang sedang jalan sore bersama anak dan istrinya serta anjing  kesayangan korban, ditabrak mobil Honda Brio warna hitam yang dikemudikan terdakwa yang datang dari Palm Semi menuju Perumahan Lippo Karawaci, sambil berkomunikasi melalui telepon genggam.

Anehnya terdakwa sewaktu kejadian sempat berantam bersama istri korban, ditempat kejadian perkara (TKP) dihadapan mayat korban, harusnya istri korban lebih dulu menolong suaminya, terdakwa diduga hanya mau  membela diri.

Terdakwa, Aurelia Margaretha yang datang dari Karawaci manuju Perumahan  Lippo Vilage, mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi diduga sedang mabuk, karena masih ada sisa minuman alkohol ( Souju ) yang disimpan di pintu mobil sebelah kanan.

Perbuatan terdakwa, Margaretha sesuai dengan surat dakwaan Jaksa, yang berlapis dari  Pasal 311 ayat 5 Jo Pasal 310  ayat 4 undang undang No 22 Tahun 2009, Tentang Lalu lintas dan ankutan jalan dengan ancaman hukuman 12 Tahun penjara.

Setelah sidang bubar, keluarga korban beserta rombongan mengejar terdakwa yang di kawal Polisi,  Linda bersorak sorak dan memaki maki terdakwa, seakan tidak ada penyesalan.

Terdakwa Margaretha  yang didampingi Pengacaranya,  Charles Situmorang dan Rekan akan  mengajukan eksefsi (keberatan ) atas dakwaan jaksa.  Dalam sidang lanjutan digelar Rabu, 10 Juni 2020.

“Kalau eksepsi belum diajukan sidang akan dilanjutkan,” papar Ketua Majelis Hakim, Arif Jetya yang memeriksa dan menyidangkan terdakwa. 

LIM

Share.

About Author

Leave A Reply