Prima Kencana Gugat PT CBMP Soal Pembangunan Apartemen T-Plaza

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Besarnya kerugian akibat pembangunan apartemen Tower A dan C di T-Plaza di Jl. Penjernihan I, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang molor membuat PT Prima Kencana (PK) melaporkan dan menggugat pihak kontraktor PT Catur Bangun Mandiri Perkasa (CBMP).

Buntut dari mangkaknya pembangunan apartemen T-Plaza, para pembeli atau konsumen pun melayangkan gugatan ke PT PK. Pihak PT PK merasa dirugikan dan melaporkan PT CBMP pada pihak kepolisian.

“ Kami sudah membuat laporan tindak pidana direksi CBMP ke kepada jajaran penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya (PMJ) dengan nomor B/8265/V/Res.I.II/2020/Ditreskrimum. Kini, Presiden Direktur PT CBMP ISP (Indratno Suryadi Pribadi alias John Lie) atas kerugian konsumen apartemen T Plaza Tower A dan C miliaran rupiah telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 12 Mei 2020,” kata Kuasa Hukum PT PK, Laurensius Ataupah dari kantor Law Office Amor Iustitia, Senin (25/05).

Laporan tindak pidana kepada ISP dilayangkan  berdasarkan surat nomor B/2096/V/Res/I.II/2020/Ditreskrimum tertanggal 12 Mei 2020 dinyatakan Saudara ISP telah ditetapkan sebagai tersangka. “Ada dugaan penyalahgunan dana para konsumen pembeli apartemen Tower A dan C T-Plaza yang digunakan secara pribadi oleh ISP sekitar Rp124 miliar,” ucap Laurensius Ataupah.

Oleh karena itu, kami mohon penyidik menelusuri aliran dana tersebut. Hal ini agar konsumen dapat mengetahui dengan jelas fakta dan bukti-bukti nyata bahwa apartemen di Tower A dan C T-Plaza mangkrak pembangunannya oleh PT CBMP.

“Rekening atas nama PT Prima Kencana tersebut sebagai biang keladi. Hal ini dibuat lantaran PT PK sebagai pihak yang mendapatkan atau memegang izin pemanfaatan lahan milik negara dalam bentuk build operate transfer (BOT) dari Kementerian Perkejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 18 Maret 2011 dan surat persetujuan Menteri Keuangan tertanggal 16 Agustus 2010. Dan, PT CBMP masuk sebagai kontraktor mengambil alih dan membeli Tower A dan C di T-Plaza. Sementara, Tower B dan D bisa diselesaikan pembangunannya oleh klien kami pada 2017 serta podiumnya sampai selesai,” papar Laurensius.

Dalam perjalanannya, lanjut Laurensius, tanggung jawab pembangunan Tower B dan D serta seluruh podium bisa diselesaikan oleh PT PK sehingga tidak ada masalah. Namun, Tower A dan C yang seharusnya dikerjakan PT CBMP justru masih sangat jauh penyelesaian pembangunannya, tercatat baru berjalan berkisar 14 persen saja.

“Sekitar 160 konsumen menanyakan pembayaran atas pelunasan pembelian Tower A dan C. Karena pihak PT CBMP atau ISP sudah menarik hampir seluruh uang para konsumen pembelian tower A dan C. Sedangkan pembangunannya mangkrak membuat klien kami yang kena getah karena rekening tersebut memakai nama PT PK,” terangnya.

Pihak PT PK menderita beban kerugian yang besar atas gugatan konsumen melayangkan gugatan PKPU di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) yang menang sesuai putusan nomor 77/Pdt.Sus-PKPU/2020/PNNiaga.Jkt.Pst tertanggal 13 April 2020. Sebelum gugatan PKPU tersebut, PT PK sudah memenangkan gugatan perdata di PN Jakpus dengan nomor putusan 724/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Pst tertanggal 20 Januari 2020 dengan amar putusan agar PT CMBP membayar ganti rugi kepada PT PK.

“Tuntutan para konsumen kepada PT PK yang sebenarnya salah alamat. Hal ini sangat merugikan nama baik perusahaan klien kami di mata masyarakat terutama sebagian besar para konsumen tower A dan C. Padahal semua ini ulah perusahaan PT CBMP dengan demikian banyak sekali kerugian materiil dan inmateriil. Oleh sebab itu, kami tegaskan PT CMBP harus bertanggung jawab atas tindakannya baik ke PT PK maupun kepada para konsumen yang telah dirugikan,” tegas Laurensius.

RED

Share.

About Author

Leave A Reply