Hakim Memvonis Dua Oknum Polisi Hukuman Mati

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK– Pengadilan Negeri (PN) Depok, menggelar sidang kasus sindikat peredaran narkotika yang dilakukan dua oknum Polisi. Sidang tersebut dipimpin M. Iqbal Hutabarat dengan anggota Forci Nilpa dan Nugraha Medica Prakasa menjatuhkan pidana hukuman mati terhadap dua oknum Anggota Kepolisian RI dan disertai hukuman tambahan.

Sebagai terdakwa I Hartono dan Terdakwa II Faisal dinyatakan Majelis Hakim terbukti bersalah tanpa hak dan melawan hukum menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya di atas lima (5) gram.

“Dan dinyatakan para terdakwa telah terbukti bersalah tanpa hak dan melawan hukum melanggar ketentuan Pasal 114 Ayat (2) junto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menjatuhkan putusan kepada para terdakwa oleh karena itu berupa pidana mati,” tandas Hakim Ketus M. Iqbal, Kamis (14/05), saat sidang teleconference di Ruang Sidang Utama PN Depok, Jawa Barat.

Selanjutnya, di dalam amar putusan, M. Iqbal juga menegaskan bahwa para terdakwa merupakan Anggota Kepolisian RI yang menjadi terdakwa dalam sindikat peradaran Narkotika Golongan I bukan tanaman yang total brutto keseluruhan beratnya sebanyak 37.909 gram atau seberat 37,9 kilogram.

“Sedangkan, untuk Nota pembelaan/Pledoi yang dibacakan Penasehat Hukum para terdakwa serta permohonan dari masing-masing terdakwa oleh karena itu ditolak Majelis Hakim,” ujar Hakim Ketua M. Iqbal.

Sebagaimana diketahui, para terdakwa dijerat Jaksa Penuntut Umum dengan Dakwaan Alternatif, yakni Kesatu, Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Kedua, Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selanjutnya, M. Iqbal membacakan putusannya, untuk hak komunikasi para terdakwa dalam amar putusan Majelis Hakim dinyatakan dicabut selama para terdakwa selama masa penahanan di dalam rumah tahanan negara supaya tidak terkontaminasi dengan pihak luar. Karena, para terdakwa merupakan anggota kepolisian RI yang memiliki keterampilan khusus dalam pekerjaannya. Bahkan, para terdakwa merupakan sindikat peredaran Narkotika.

“Untuk itu, dinyatakan Pidana tambahan kepada masing-masing terdakwa dengan mencabut hak komunikasi kepada para terdakwa kepada siapa pun. Kemudian, memberikan waktu pikir-pikir selama tujuh (7) hari kepada Jaksa Penuntut Umum maupun kepada para terdakwa beserta Penasehat Hukumnya. Menerima atau menyatakan banding terhadap putusan ini,” tutupnya.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply