Ada BB Timbangan Sabu Hakim Agung Purbantoro Hanya Jatuhkan Vonis 5 Tahun

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Ketua Majelis Hakim Agung Purbantoro, SH, MH dengan Anggota Tugiyanto, SH, MH, Dodong Iman Rusdani SH MH menjatuhkan hukuman 5 tahun Pidana Penjara denda 1 miliar subsider 6 bulan penjara terhadap terdakwa Erpan Solikin Bin Rokman dan Komar Bin Moksa, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (13/05).

Pada amar putusannya Agung Purbantoro mengatakan Erpan dan Komar telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah: Melakukan permufakatan jahat, melakukan tindak pidana narkotika tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual membeli, menerima menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) Jo.Pasa| 132 Ayat (1) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara barang bukti (BB) berupa: 2 bungkus plastik klip masing-masing berisikan Kristal warna putih (sabu-sabu) dengan berat netto 0,0615 gram dan 1 buah timbangan digital warna silver merk Constant, 2 pack plastik klip bening dalam keadaan kosong Dirampas untuk dimusnahkan.

Tetapi Uang Tunai sebesar Rp 250.000, dirampas untuk negara.

Sebelum menjatuhkan putusan nya Majelis terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan:

Hal-hal yang memberatkan kata Hakim Agung, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Hal-hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangilagi perbuatannya.

Pembacaan putusan itu dilakukan majelis hakim usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dana Mahendra, SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara menjatuhkan tuntutan 7 tahun pidana penjara denda 1 miliar subsider 1 tahun penjara, terhadap kedua terdakwa, sebagaimana diurai dalam Pasal 114 Ayat (1) Jo.Pasa| 132 Ayat !1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tututan 7 tahun itu dijatuhkan JPU sesuai fakta-fakta yang terungkap di persidangan dari keterangan para saksi, Surat, Petunjuk dan keterangan terdakwa ungkap Dana.

“Bahwa pada hari Senin tanggal 25 November 2019 sekira pukul 23.00 Wib bertempat di Halte Busway Komplek Bermis JL. Perintis Kemerdekaan KeI. KeIapa Gading Timur, Kec.KeIapa Gading terdakwa l Irpan Solikin Bin Rohman menemui Amak (belum tertangkap) untuk transaksi narkotika jenis sabu dimana Amak meminta tolong untuk dibelikan paket sabu seharga Rp 200 ribu untuk temannya yang bernama Bang Mandor (belum tertangkap)” ujar Dana Mahendra.

Selanjutnya kata Dana, Bang Mandor yang merupakan teman Amak menyerahkan uang sebesar Rp 250 ribu untuk transaksi narkotika jenis sabu seharga Rp 200 ribu dan sisanya Rp 50.000 ribu adalah untuk komisi terdakwa I Irpan Solikin lalu setelah menerima uang dari Bang Mandor, kemudian terdakwa I IRPAN SOLIKIN Bin ROHMAN menemui terdakwa II KOMAR Bin MISJA di rumah kontrakannya yang terletak di daerah kawasan Industry Pulogadung.

Kemudian terdakwa IRPAN SOLIKIN menemui terdakwa KOMAR dan membeli sabu sebesar Rp 200, ribu. Lalu terdakwa KOMAR menyerahkan paketan sabu sebanyak 2 paket yang terdiri dari 1 bungkus plastik klip bening berisi narkotika jenis sabu dengan berat brutto 0,23 gram dan 1 bungkus plastik klip bening berisi sabu dengan berat brutto 0,04 gram.

SeteIah terdakwa IRPAN SOLIKIN mendapatkan sabu itu, lalu dia mengantarkan paket sabu kepada Bang MANDOR dan AMAK di Halte Busway Komplek Bermis II. Perintis Kemerdekaan, KeI. Kelapa Gading Tumur, Kec. KeIapa Gading, pada hari Selasa dinihari tanggal 26 November 2019 sekira jam 01.30 Wib. Namun sebelum menyerahkan sabu itu kepada Bang Mandor, petugas Polisi dari Polsek Kelapa Gading menangkap IRPAN SOLIKIN. kemudian dilakukan pemeriksaan namun pada saat akan dilakukan pemeriksaan terhadap badannya, dia berusaha membuang 2 paket narkotika jenis sabu itu.

Selanjutnya dilakukan introgasi terhadap terdakwa l IRPAN SOLIKIN kemudian polisi menciduk terdakwa II KOMAR Bin MISJA.

‘Bahwa untuk dapat dijatuhkan pidana terhadap seseorang haruslah perbuatan itu dapat dipertanggungjawabkan kepadanya. SeIama proses pemeriksaan persidangan berjalan muIai dari tingkat penyidikan hingga pemeriksaan sidang selesai, pada diriterdakwa tidak ditemui hal-hal yang dapat dijadikan sebagai alasan pembenar atau alasan pemaaf sebagaimana diatur pada pasaI 44, 45, 48, 49, 50 dan 51 KUHP, oleh karena itu tindak pidana yang dilakukan terdakwa harus dipertanggungjawabkan kepadanya,” ujar JPU Dana Mahendra.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply