Jadi Momen Sejarah, PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan Melalui Vicon

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PWI Jaya) menggelar kegiatan orientasi wartawan PWI Jaya angkatan V Tahun 2020, melalui aplikasi zoom video meeting atau video conference (Vicon), Rabu (13/05). 

Kegiatan melalui aplikasi zoom video meeting yang diikuti sebanyak 27 peserta termasuk pembicara (pemateri) adalah merupakan pertama kali dilaksakan dan jadi momen sejarah dalam perjalanan PWI Jaya. 

Selain itu, orientasi wartawan melalui video conference (Vicon) dilakukan guna mematuhi dan mendukung aturan pemerintah tentang sosial distancing dan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran corona virus 19 (COVID-19).

Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya, Sidapari Sibatang Kayu dalam materinya menyampaikan Peraturan Dasar Peratuaran Rumah Tangga PWI Jaya (PD PRT PWI Jaya) dimana sebagai anggota PWI wajib mengikuti peraturan dasar dan peraturan rumah tangga PWI.

“Tiap anggota, kita wajib mematuhi PDRT sebagai dasar dan landasan,” ujarnya, melalui vicon kepada peserta orientasi wartawan. 

Tentang hak dan kewajiban sebagai anggota PWI, Sidapari Sibatang Kayu menerangkan bahwa setiap anggota PWI akan mendapatkan perlindungan hukum, sesuai  PD PRT. “Saya juga nantinya berharap anggota PWI mendapat kesejahteraan dalam dunia Jurnalistik,” ungkapnya.

Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat, Kamsul Hasan yang hadir sebagai pemateri di sesi kedua dengan materi Hukum Pers, PPMS dan PPRA menyampaikan kepada peserta orientasi supaya lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, terutama dalam penulisan pemberitaan anak dan tersandung hukum.

“Sebagai seorang jurnalis kita harus lebih memperhatikan penulisan pemberitaan, terutama pemberitaan anak pada hukum. Tidak boleh menyebutkan identitas diri dan tempat tinggal si anak dalam berita. Batas umur anak yang dimaksud belum genap berusia 18 tahun. Jadi seorang wartawan itu harus hati-hati menulis dan harus presisi ketika mendengar umur anak itu dalam konfrensi pers kepolisian misalnya, disebutkan 16 tahun atau 18 tahun, jadi harus dipertanyakan kembali tanggal lahirnya kapan,” terang Kamsul. 

Sementara Amy Atmanto, Ketua Bidang Antar Lembaga PWI Jaya sebagai pamateri di sesi ketiga dengan materi “Penulisan Berita” memaparkan dalam setiap penulisan berita supaya sempurna wajib memenuhi unsur 5 W+1H yakni What = Apa yang terjadi?, Where = Di mana hal itu terjadi?, When = Kapan peristiwa itu terjadi?, Who = Siapa terlibat dalam kejadian itu?, Why = Kenapa hal itu terjadi? dan How = Bagaimana peristiwa itu terjadi?.

“Kemudian formula piramida terbalik hal penting dalam penulisan, karena tujuan formula ini pembaca segera tahu inti berita,” jelas Amy kepada peserta orientasi wartawan. 

Selanjutnya Amy juga menyampaikan dalam penulisan berita wajib memenuhi kode etik menulis berita.

“Chros check, check and recheck dan triple check keakurasian dan kebenaran peristiwa, utamakan keberimbangan berita dan jangan beropini,” tandasnya.

MARKUS

Share.

About Author

Leave A Reply