PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Hingga 25 Mei 2020

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan penerapan Pembatasan Sosial BerSkala Besar (PSBB) dikawasan Surabaya Raya diperpanjang selama 14 hari lagi hingga tanggal 25-Mei- 2020.

Keputusan tersebut merupakan kesempatan yang diambil Gubernur Khofifah bersama Forkopinda Jawa Timur serta tiga kepala daerah yang mewakili Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik lengkap dengan Forkopinda kabupaten/kota dalam rapat evaluasi PSBB tahap pertama di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (09/05).

“Berdasarkan telaah dari para pakar epidemologi tentang penyebaran COVID-19, sebanyak 70 persen orang ternfeksi COVID-19, proses infeksinya bisa tetap bergerak diatas 14 hari. Maka 14 hari PSBB yang telah kita lakukan di surabaya raya setelah ditelaah secara epidemiologi, dinilai belum cukup untuk menjamin berhentinya penyebaran COVID-19, ” kata Gubernur Khofifah.

“Selain itu dari telaah pakar epidemioligi terkait PSBB tahap pertama ini, maka kami bersepakat dan kami setujui akan ada perpanjangan PSBB di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo,” lanjut Gubernur Khofifah.

Ia mengatakan, keputusan untuk memperpanjang masa PSBB tersebut diambil setelah melihat hasil kajian epidemioligi yang menunjukan pola penyebaran COVID-19 di Surabaya Raya masih tinggi terutama untuk daerah Kota Surabaya.

Berdasarkan kajian yang sama. Disebutkan bawah sebagian pasien yang terjangkit COVID-19 memiliki masa penularan lebih dari 14 hari.

Dan hanya 30 persen orang-orang yang positif COVID-19 yang masa penularannya hanya 14 hari.kemudian 35 persen yang lain bahkan juga bisa menularkan hingga 21 hari. Dan sebanyak 15 persen orang yang terinfeksi COVID-19 masa penularannya mencapai 28 hingga 30 hari.

Fakta lain yang menjadi alasan perpanjangan PSBB surabaya raya yaitu belum tercapainya semua indikator keberhasilan PSBB sebagaimana dicantumkan dalam permenkes 9 tahun 2020 tentang pedoman PSBB.

Diantaranya yang belum tercapai adalah penurunan jumlah kasus konfirmasi COVID-19,penurunan angka kematian kasus COVID-19, dan tidak ada penyebaran ke area wilayah baru atau terjadinya transmisi lokal.

Sementara itu Khofifah menerapkan, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Rumpun Kuratif Gugus Tugas penanganan COVID-19 Jatim, pelaksanaan PSBB Gresik dan Sidoarjo relatif berhasil dimana terjadi penurunan tren persebaran penularan COVID-19,

Sementara. Kita surabaya masih perlu kerja keras lagi karena masih terus mengalami peningkatan jumlah pasien positif COVID-19.

“Karena memang PSBB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga masyarakat.kalau masyarakatnya kurang patuh dan disiplin, sekalipun diperpanjang lagi maka jumlah pasien akan tetap bertambah, ” imbuhnya .

Maka dari itu, nantinya pada masa perpanjangan PSBB akan dilaksanakan lebih ketat oleh petugas, dan akan diikuti oleh penindakan secara tegas bagi para pelanggar.

Pada PSBB pertama, Pemprov Jatim dan penegak hukum masih memberlakukan fase edukasi dan imbauan serta penindakan kepada warga.

“Fase tersebut sudah selesai,warga yang melanggar akan langsung ditindak. Kunci agar PSBB berhasil adalah warganya harus disiplin, harus patuh,dan jangan meyepelihkan penyebaran COVID-19,” imbuhnya.

” Penindakan akan lebih nampak di PSBB tahap kedua. Akan ada penindakan berupa pemberian sanksi bagi mereka yang melakukan pelanggaran PSBB, mereka yang melanggar tidak akan mendapatkan perpanjangan SIM selama 6 bulan ke depan, begitu juga saat mengurus SKCK, ” katanya.

Sepertinya diketahui, penerapan PSBB di surabaya raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik akan resmi berakhir pada 11-Mei -2020 pekan depan, sejak dimulai 27- April -2020 lalu, Namun dengan adanya kesepakatan perpanjangan ini maka PSBB Surabaya Raya akan diakhiri pada tanggal 25-Mei- 2020 mendatang

Ketua Tim advokasi PSBB dan Survilans COVID-19 dari fakultas kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, Windhu Purnomo mengatakan pihaknya mengkhawatirkan munculnya gelombang kedua penularan COVID-19 Jika PSBB tidak diperpanjang.

“Penularan COVID-19-19 sudah kelihatan pilanya, maka dari itu kami merekomendasikan PSBB diperpanjang hingga 28 hari meskipun pertubuhan pasein positif COVID-19 di suatu daerah menjadi datar selama dua pekan diterapkan PSBB,” paparnya.

“Melihat kondisi semacam itu, PSBB Menang seharusnya pertama untuk evaluasi sebetulnya. Tapi dari segi penularan kasus minimal 28 hari, tambahnya.

ROKIM

Share.

About Author

Leave A Reply