Idris: Berikan Sanksi Bagi Pelanggar PSBB

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Setelah ditetapkannya Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 32 Tahun 2020. Tentang aturan atas perubahan Perwal Nomor 22 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) khususnya di Kota Depok ini.

“Benar, jadi Pemkot Depok sudah mengeluarkan perubahan Perwal agar menjadi landasan sanksi administratif bagi pelanggar PSBB di Depok. Dikarenakan Kota Depok dalam melaksanakan PSBB tahap kedua, mulai dari 29 April hingga 12 Mei 2020 kedepan. Jadi, bagi pelanggar PSBB berupa ‘Sanksi’ teguran lisan, tertulis,  pembubaran dan penghentian sementara kegiatan,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Rabu (05/05), di Balaikota Depok, Jawa Barat.

Menurutnya, bahwa setiap pelanggar PSBB dapat juga dikenakan sanksi pidana. “Jadi,  dari sanksi tersebut disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada,” tutur Idris.

Dia juga menjelaskan angka kesembuhan pasien COVID-19 semakin mengalami peningkatan. Berdasarkan data hari ini, pasien sembuh bertambah menjadi 47 jiwa. Sebab, sebelumnya ada 44 jiwa bertambah per tanggal 5 Mei 2020 ini menjadi 47 jiwa.

“Sedangkan untuk Pasien DalamPengawasan (PDP) masih tersisa 799 jiwa. Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 1.704 jiwa dan Orang Tanpa Gejala (OTG) 875 ada jiwa,” jelas Idris.

Idris menambahkan, bahwa dari sebanyak 316  kasus konfirmasi positif COVID-19. Untuk pasien COVID-19 meninggal ada 20 jiwa. Sedangkan, PDP yang meninggal berjumlah 55 orang. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif.

“Untuk itu masih harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center)  Kemenkes RI,” imbuh  Ketua Gugus Tugas Perecepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok itu.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply