Terdakwa Dugaan Korupsi Asuransi Jasindo 4,7 miliar Tidak Hadir Dipersidangan, Ada Apa?

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Raden Ahmad Yani dan Wara dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) tidak dapat mengahadirkan terdakwa Sudianto alias Aseng (Direktur PT. Pelayaran Bintang Arwan Kapuas Armada-PBAKA) dan terdakwa M. Thomas Benprang, Danang Suroso, dan Ricky Tri Wahyudi pejabat PT. Asuransi Jasindo (Persero) kepersidangan Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak Pimpinan Ketua Majelis Hakim Riya Novita SH MH., Senin (20/04).

Terdakwa Thomas Benprang, Danang Suroso, dan Ricky Tri Wahyudi didakwa melakukan Tindak Pidana Korups PT. Asuransi Jasindo senilai Rp.4,7 miliar itu disebutkan tidak dapat hadir kepersidangan akibat peraturan Pembatasan Skala Besar Besaran (PSBB) di Jakarta, sehingga ke3 Terdakwa yang tidak ditahan itu tidak dapat hadir kepersidangan Pengadilan Tipikor Pontianak, Kalbar.

Meskipun terdakwa Sudianto alias Aseng (tidak ditahan) hadir namun tidak disidangkan, sehingga sidangnya diundur sampai tanggal 4 Mei 2020, padahal terdakwa Sudianto tinggal di Pontianak. Menurut Informasi bahwa ketidak hadiran Terdakwa Sudianto kepersidangan adalah dalam rangka penyesuaian peraturan physical distanting dalam rangka pencegahan penyebaran coronavirus (Covid 19).

Yang menjadi persoalan sekarang adalah Terdakwa tidak hadir dalam persidangan pada hari Senin (20/4/2020) itu. Apakah sengaja memanfaatkan situasi Covid-19?

Terus beredar informasi untuk sidang yang akan datang akan digelar melalui video teleconverence (Vidcon). Terdakwa M. Thomas Benprang cs berada di atau dari kantor pengacaranya di Jakarta sementara majelis hakim dan Jaksa berada di pn Pontianak.

Jika itu dilaksanakan, dasar hukumnya apa?

Sementara pelaksanaan sidang Vidcon dari RUTAN dan Pengadilan adalah berdasarkan keputusan bersama tiga instusi negara yakni: Mahkamah Agung (MA) RI, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.

Menurut Juru Bicara (Jubir) Mahkamah Agung RI, Hakim Agung Dr. H. Andi Samsan Nganro, SH, MH yang juga Ketua Muda Bidang Pengawasan MA RI mengatakan pelaksanaan diserahkan kepada pengadilan Tipikor setempat.

“Pokoknya diupayakan dulu bagamana bisa menghadiri terdakwa ke persidangan di Pontianak, tetapi kalau memang ada kendala yang dapat dipertanggungjawaban maka pilihan yang ditempuh adalah sidang melalui teleconference. Pelaksanaannya diserahkan kepada pengadilan tipikor setempat. Soal tempat atau keberadaan Terdakwa ya itu kewenangan majelis hakim tentu atas persetujuan Penuntut Umum untuk menentukan tempat,” ujar Jubir Mangkamah Agung Dr. H. Andi Samsan Nganro kepada Wartawan melalui WhatsApp (WA), Rabu (29/4/2020), ketika diajukan pertanyaan malalui WA.

Thomas Bapenrang merupakan mantan Kacab Asuransi Jasindo, Danang Suroso selaku kepala divisi klaim Asuransi Jasindo Pusat, dan Ricky Tri Wahyudi selaku direktur teknik dan LN Asuransi Jasindo Pusat.

Ketiganya didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 UU korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP subsidair pasal 3 UU korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dalam surat dakwaan ya JPU mengungkapkan ketiganya didakwa melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang dalam kapasitas jabatannya masing-masing, karena telah memproses dan menyetujui pembayaran klaim ganti kerugian sebesar 4,7 milyar kepada terdakwa Sudiyanto Direktur PT Pelayaran Bintang Arwana Kapuas Armada atas tenggelamnya kapal tongkang Labroy 168 di perairan Solomon.

JPU mengatakan bahwa pembayaran klaim yang dilakukan pihak Asuransi Jasindo tidak didasarkan pada bukti-bukti yang valid, tidak lengkap dan tidak dapat dipertangjawabkan, karena tidak didasari dengan dilakukannya pre audit terlebih dahulu.

Sekedar info:
Diduga para terdakwa telah melakukan kongkalikong dalam pencairan klaim asuransi itu. Pasal, sesuai dengan kepemilikan tongkang Labroy 168 yang tenggelam itu, terdakwa Sudianto alias Aseng tidak berhak menerima pencairan klaim asuransi Jasindo itu karena dia bukan miliknya, melainkan Sudianto alias Aseng hanya sebagai penyewa.

Namun dalam klaim asuransi itu Sudianto alias Aseng tidak melibatkan pemilik tongkang Labroy 168. Jadi berdasarkan itupulalah para terdakwa itu di proses hukum meskipun dalam dakwaan JPU kasus ini tidak disebutkan.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply