Kanwil DKI dan Kemensos Serahkan Bantuan Sosial Kepada Klien Asimilasi

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA  –  Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil)  Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, DKI Jakarta menyerahkan bantuan sosial kepada Klien Asimilasi di Rumah Balai Pemasyarakatan Se DKI Jakarta, di halaman Kanwil DKI Jakarta, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (29/04).

Kakanwil DKI di dampingi perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI Ibu Sunarti mengatakan, bahwa pemberian bantuan itu merupakan kepedulian negara kepada rakyatnya atas terjadinya wabah COVID-19 di Indonesia, yang sudah dunia.

” Melalui Kanwil DKI Jakarta, Kemensos  memberikan bantuan sosial kepada Klien Asimilasi (warga binaan Pemasyarakatan-yang dibebaskan dalam rangka pencegahan COVID-19) Dirumah Balai Pemasyarakatan Se DKI Jakarta merupakan Jaringan sosial Pengaman Pangan bagi warga binaan, dengan harapan para klien asimilasi itu dapat nyaman dirumah dan dapat membina keluarganya masing-masing pasca pembebasan,” ujar Kakanwil Bambang Sumardiyono.

Bambang berharap agar Klien asimilasi (tahanan pembebasan bersyarat) itu  mendukung program pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran COVID-19 selama menjalankan programnya, yakni, bebaur dengan keberaban serta toleransi.

“Tunjukan kepada masyarakat melalui asimilasi ini, bina keluarga dan terus komunikasi dengan Bapas. Tidak perlu sunkan dan teruslah berkomunikasi,” tekan Bambang dalam sambutannya.

Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan kepada 4 orang perwakilan Warga Binaan Asimilasi dari 1897 klien asimilasi. “Kemensos telah menyerahkan 2000 paket ke Kanwil DKI Jakarta, dan Bapas sudah menyerahkan kepada 1900 asimilasi. Yang masih sisa akan diserahkan secara bertahap. Maklum, SDM terbatas,” ucap Bambang Sumardiyono menjelaskan.

Bambang juga berharap bahwa Kemensos akan terus meningkatkan  bantuan sosial itu. “Pesannya saya terakhir, keperdulian pemerintah adalah mendorong agar warbinaan Asimilasi jangan minder tetapi jangan melakukan pidana lagi,” ucap Bambang mengakhiri sambutannya.

Bambang Sumardiyono membantah sejumlah tudingan miring terkait pembebasan 36.700 warga binaan asimilasi SE Indonesia akan melakukan tindakan melawan hukum. “Dari 1900 lebih klien asimilasi di Kanwil DKI Jakarta, baru satu orang yang diproses hukum lagi. Itu baru 1 orang. Coba bandingkan, selama lebih dari 2 Minggu baru 1 orang. Bukannya kita mendukung tindakan yang satu itu, tapi kita lihatlah perbandingannya,” ucap Bambang Sumardiyono kepada RadarOnline.id dengan bahasa diplomat di ruang kerjanya.

Suharto warga Kemayoran, Jakarta Pusat salah satu perwakilan klien asimilasi berterimakasih kepada pemerintah. “Kita sangat berterimakasih dengan adanya pembebasan ini. Kita sangat berterimakasih. Terimakasih bapak kakanwil. Kita merasa bangga dengan adanya bantuan ini. Ternya kami bukan sampah tetapi masih manusia,” ujar Suharto yang dihukum 8 tahun itu dibebaskan setelah menjalani hukumannya selama 4 tahun. 

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply