DPP BAIN HAM RI Minta Pelaku Pengancaman Wartawan Segera Ditangkap

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, MAKASSAR -Seorang wartawan media online di Makassar, Sya’ban Sartono Leky (36), menjadi korban pengancaman dan penganiayaan yang di duga dilakukan oleh preman Toko Bintang saat meliput  penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Makassar, Sabtu (25/4).

Penyebabnya, wartawan kelahiran Marica, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini disekap, dianiaya bahkan diancam dibunuh di dalam Toko Bintang, Jalan Veteran Selatan pada Sabtu sore.

Peristiwa itu berawal ketika Sya’ban tengah meliput penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Makasar terhadap toko penjual aksesoris handphone tersebut dalam kaitan penegakan Peraturan Walikota (Perwali) Kota Makassar Nomor 22 Tahun 2020 tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penularan virus corona.

Mendapat perlakuan kasar tersebut, Ketua Bidang OKK DPP BAIN HAM RI Djaya Jumain meminta Kapolrestabes Makassar agar segera menangkap pelaku pasalnya korban mendapat perlakuan kasar dari pihak toko Bintang sesuai peristiwa yang di sampaikan baik saat melapor di Polretabes Makassar maupun di BAIN HAM RI.

“Kami minta Kapolrestabes Makassar mengusut tuntas kasus ini. Ini sudah mencederai profesi wartawan. Bagaimanapun dalam menjalankan tugasnya wartawan dilindungi oleh undang-undang (UU)  No. 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegas Bang Djaju sapaan akrab Djaya Jumain, Minggu, (26/4).

Jaya Jumain menegaskan tidak ada alasan polisi tidak memproses laporan korban dan menahan pelaku karena ada bukti bukti kuat adanya tindakan pidana dimana korban mengaku dianiaya dan diancam di bunuh.

“Korban Sya’ban Sartono Leky (36) ini akan mendapat bantuan hukum dari LAW FIRM DR. Muhammad Nur, SH, M.Pd, MH & Associates secara gratis sebagai bentuk support dan pendampingan hukum dimana selama ini korban sebagai mitra kerja BAIN HAM RI, “tutup pria murah senyum ini.

BACHTIAR BARISALLANG

Share.

About Author

Leave A Reply