Idris Himbau Sholat Taraweh Secara Individu Atau Berjamaah Bersama Keluarga

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Terkait dengan laporan tentang adanya sebagian warga yang melaksanakan kegiatan shalat taraweh berjamaah di masjid/mushola. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Mohamad Idris menghimbau, bahwa kepada seluruh umat Islam di Kota Depok, untuk mengikuti arahan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat, Nomor 451/64/Yanbangsos tanggal 23 April 2020 dan Surat Edaran Walikota Depok, Nomor 451/194-Huk/GT tanggal 22 April 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H dalam Situasi Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

” Jadi, shalat taraweh dilakukan secara individua atau berjamaah bersama+ keluarga inti di rumah. Selanjutnya terkait dengan arahan pemerintah tentang larangan mudik dan saat ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi. Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), mulai hari ini operasional Terminal Jatijajar yang dikelola BPTJ dihentikan, sehingga layanan Bis AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan Bis AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) mulai hari ini tidak ada layanan,” imbuh Idris, di Balaikota Depok, Jawa Barat.

Idris juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan
angkutan, yang sudah sangat responsif dalam melaksanakan kebijakan pemerintah ini. Sedangkan, kepada seluruh warga Depok dimohon dapat memaklumi kondisi ini untuk kebaikan bersama.

“Selanjutnya, menyampaikan informasi perkembangan COVID-19 pada hari Jumat Tanggal 24 April 2020 sebagai berikut : Data Kasus Konfirmasi : 239, Sembuh : 22, Meninggal : 18, OTG : 892 ODP : 2.638 dan PDP : 996.

“Sedangkan, untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 45 orang, status PDP tersebut merupakan pasien yang
belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI. Pada tanggal 23 April 2020 tercatat PDP yang meninggal 46 orang, berkurang 1 orang dalam pencataan data PDP meninggal pada hari ini, karena hasil SWAB PCR nya dinyatakan positif, sehingga dialihkan
datanya kepada kelompok kasus konfirmasi,” pungkasnya.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply