Idris Terapkan Tiga Strategi Tangani COVID-19

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK – Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, bahwa guna penanganan penyebaran virus Corona atau COVID-19, Kota Depok telah menerapkan tiga strategi kebijakan yaitu, pencegahan (prevent), pendeteksian (detect), dan penanganan (response).

“Artinya, strategi prevent dirumuskan dalam kegiatan promosi dan sosialisasi kesehatan. Kemudian, penerapan kewaspadaan dini, pembentukan kampung siaga COVID-19 serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selanjutnya, untuk detect dilakukan melalui program Contact Tracing (penelusuran kontak), penyelidikan epidemiologi, rapid test dan Swab Polymerase Chain Reaction (PCR),” ujar Idris, di Balaikota Depok, Jawa Barat.

Dia menjelaskan, bahwa dengan strategi response, kata Mohammad Idris, dilakukan dengan menjalankan program penanganan kasus, menunjuk Rumah Sakit Rujukan COVID-19, penyediaan logistik, Jaring Pengaman Sosial (JPS) hingga layanan pemakaman. Selain itu juga, di barengi dengan manajemen operasional COVID-19, yaitu manajemen Gugus Tugas dan Informasi/Komunikasi. Namun demikian, dirinya menegaskan, dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk menyelesaikan pandemi virus Corona.

“Jadi, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkot Depok, Pemerintah Daerah Se-Jabodetabek dan seluruh komponen, termasuk warga harus turut serta melawan pandemi ini. Termasuk kepatuhan warga dalam menjalankan PSBB dan protokol pemerintah, menjadi faktor utama dalam upaya menghentikan penyebaran COVID- 19,” jelas Idris.

Idris menambahkan, bahwa perkembangan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Depok hingga hari ini sebanyak 1.857 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 750 orang.

Sedangkan, untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 46 orang. Namun demikian, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dan untuk kasus konfirmasi sebanyak 231 orang, sembuh 15 orang, dan meninggal dunia 17 orang. Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG) 805 orang,” pungkas orang nomor satu di Kota Depok itu.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply