Terdakwa Pendeta Merubah Keterangan, Advokat Komarudin: Ada Dugaan Konspirasi Jahat

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Sidang lanjutan perkara terdakwa Juniar alias Vero kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2020), yang disidangkan melalui video teleconverence dari PN Jakarta Utara ke RUTAN Cipinang, Jakarta Timur.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Swartin Polembi SH dan Magdalena Manjorang, SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menghadirkan saksi Pdt. HM Hosea (juga terdakwa dalam perkara ini) dihadapkan kepersidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Agung Purbantoro, SH, MH dengan anggota Majelis Dodong Iman Rusdani SH MH dan Tugiyanto, SH, MH.

Ada keanehan dan yang layak dicurigai dari kesaksian Pendeta MH Hosea dalam persidangan. Sebab perkara dakwaan pemalsuan Akta Pernikahan antara terdakwa Juniar alias Vero dengan almarhum Basri Sudibyo itu, Pdt. HM Hosealah yang menjadi pendeta yang memberkati pernikahan Juniar dengan Basri Sudibyo di Gerejanya dibilangan Tangerang, sehingga Pdt. HM Hosea dijadikan terdakwa karena diduga berkonspirasi dalam pelaksanaan pernikahan tanpa persetujuan anak-anak almarhum Basri Sudibyo (Suzane Liane cs).

Pendeta Hosea menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memberkati atau menikahkan Juniar dengan almarhum Basri Sudibyo. “Saya tidak pernah menikahkan Juniar dengan alm Basri Sudibyo,” kata Pdt. HM Hosea menjawab pertanyaan Majelis Hakim. Untuk yang kedua kalinya dia juga berkata hal yang sama terhadap Penasehat Hukum terdakwa Komarudin Simanjuntak.

Pengakuan pendeta itu, langsung ditanggapi oleh Kamaruddin Simanjuntak, Panasihat Hukum Juniar alias Vero. Ia menyatakan keterangan saksi bertolak belakang dengan keterangan sebelumnya.

“Saksi agar berkata benar di atas benar, dan berkata salah di atas salah,” kata Kamaruddin dalam persidangan.

Menurutnya, keterangan saksi Pdt. HM Hosea, yang juga terdakwa dalam perkara yang sama (spiltsing) sangat berkaitan dengan nasib kliennya Juniar dan suaminya terdakwa Agus Butarbutar (spiltsing).

“Saya melakukan hal itu, karena dia (Pendeta Hosea) tampaknya berubah setelah mencabut surat kuasanya terhadap saya,” ujar Kamaruddin.

Menanggapi pernyataan Kamaruddin, Pendeta Hosea mengatakan bahwa sebagai gembala dirinya akan dengan sendirinya bersikap sebagaimana dipinta eks Penasihat Hukumnya itu.

Sementara itu, Juniar sembari menagis ia menanyakan saksi terkait uang Rp 70 juta dan Rp 50 juta setelah memberkati pernikahannya dengan almarhum Basri Sudibyo.

Pendeta Hosea pun langsung menjawab dengan mengakui telah menerima uang tersebut. Namun, saksi kembali membantah bahwa telah memberkati pernikahan Juniar dengan almarhum Basri Sudibyo. Bahkan, ia menyebut tandatangannya telah dipalsukan.

“Saya sudah curiga sejak penahanan Pdt. HM Hosea dialihkan dari tahanan RUTAN menjadi tahanan Kota PH pelapor mengatakan bahwa Pdt. HM Hosea akan mencabut surat kuasa dari saya (advokat Komarudin Simanjuntak) padahal hal itu belum pernah disampaikan Pdt. HM Hosea kepada saya. Bagaimana mungkin PH pelapor bisa menyampaikan hal itu kepada saya jika tidak ada kongkalikong antara pelapor dengan Klien saya itu,” ujar advokat Komarudin Simanjuntak kepada media ini pada bulan lalu saat dia memberitahu bahwa PH pelapor mengirimkan WhatsApp (WA) kepadanya yang mengatakan: Pdt. HM Hosea akan mencabut surat kuasa darinya dan akan diambil alih oleh PH pelapor.

Tidak Habis Pikir

Terpisah, Agus Butarbutar, yang juga terdakwa dalam perkara tersebut dan disidangkan terpisah mengaku tidak habis pikir dengan keterangan saksi.

“Mengapa dalam kesaksiannya mengatakan tidak pernah memberkati pernikahan Juniar dengan alm Basri Sudibyo? Dalam perkara ini, ingat, tiga orang jadi terdakwa, termasuk saksi Pendeta sendiri,” kata Agus, yang saat ini menjadi suami Juniar dalam keterangannya.

“Kenapa juga Pendeta Hosea mencabut kuasanya ke Pak Kamaruddin Simanjuntak? Kesaksiannya pun jadi berubah. Padahal perjuangan kuasa hukum mendampingi Pendeta Hosea sampai mendapatkan pengalihan tahanan kota tidaklah mudah,” ungkap Agus.

Agus pun meminta Pendeta Hosea berjanji di hadapan Tuhan maupun jemaatnya akan mengatakan menjunjung tinggi kebenaran berlaku konsisten dan jujur dalam perkara ini.

“Janganlah nama baik Pendeta Hosea menjadi tercemar dengan memberikan keterangan palsu dalam persidangan, karena dapat dijerat pasal 242 KUHP yang ancaman hukumannya 7 tahun penjara,” kata Agus, yang juga berprofesi sebagai pengacara itu mengingatkan.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply