Pemkot Salurkan Bansos Kepada Warga Terdampak COVID-19

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, DEPOK –  Wali Kota Depok, Mohammad Idris membenarkan, bahwa pihaknya menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada seluruh warga terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Bansos tersebut disalurkan berasal dari  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok dan Provinsi Jawa Barat.

” Benar, bansos ini berasal dari APBD Kota Depok disalurkan kepada 30.000 Kepala Keluarga (KK) yang Non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Setiap KK menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 250. 000.

Sementara bantuan yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat, sambungnya, telah disalurkan kepada 1.000 KK dari total 10.423 KK yang termasuk dalam data DTKS. Bantuan yang diberikan sebesar Rp 500.000 per KK. Jadi, bantuan Rp 500.000 ini terbagi dalam bentuk uang tunai Rp 150.000 dan barang senilai Rp 350.000,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, di Balaikota Depok, Jawa Barat.

Dia menjelaskan, bahwa pihaknya juga masih mengusulkan untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada Pemprov Jawa Barat untuk Non DTKS. Sedangkan, untuk JPS dari pemerintah pusat, saat ini sedang dilakukan validasi data agar tidak terjadi tumpang tindih.

“Artinya, dengan kondisi ini harus serba cepat ini, tentunya masih banyak kekurangan sehingga kami terus melakukan evaluasi, baik sasaran penerima manfaat maupun mekanisme penyaluran. Tujuannya tidak lain dalam rangka membantu saudara-saudara kita pada masa musibah pandemi COVID-19,” jelas Idris.

Menurutnya, bahwa dengan perkembangan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Depok sampai hari ini sebanyak 1.803 orang. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 675 orang.

“Jadi, kasus PDP yang meninggal saat ini berjumlah 42 orang,” tutur Idris.

Idris menambahkan, bahwa dengan status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. “Artintinya, dengan kasus konfirmasi sebanyak 188 orang, sembuh 12 orang, dan meninggal dunia menjadi 16 orang. Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG) 786 orang,” pungkas orang nomor satu di Kota Depok itu. 

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply