1,2 Juta Keluarga Miskin di Jatim Akan Terima BLT Hasil Realokasi Dana Desa

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id. SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah indah parawansa memastikan bawah dana desa Jawa Timur siap direalokasikan untuk memberikan bantuan langsung tuani (BLT) bagi warga tak mampu yang terdampak wabah virus COVID-19.

Berdasarkan hitungan dari pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), ada dana desa senilai Rp 2,322 triliun yang akan direalokasikan untuk BLT, dana tersebut akan disalulurkan sebanyak 1,286.374 keluarga miskin.

Realokasi anggaran dana desa ini.dikatakan Khofifah.adalah refocusing anggaran sesuai dengan peraturan Menteri Desa Nomer 6 Tahun 2020 sebagai revisi Permendes 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan fana desa.

Permendes tersebut mengatur terkait besaran realokasi dana desa yang dialihkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan. hingga BLT untuk masyarakat desa.

“Jadi secara keseluruhan dana desa Jatim Rp 7,6 Triliun.yang potensi untuk dikonversi sebagai dana untuk BLT. maksimal 35 persen atau setara dengan Rp 2,322 Trilliun. yang akan kita pakai untuk BLT, ” kata Khofifah, pada Jum’at (17/04).

Setiap keluarga penerima BLT memperoleh bantuan sebesar Rp 600 rbu yang dibayarkan untuk tiga bulan. Sehingga jumlah yang diterima Total Rp 1,8 Juta. Tahap pertama dana tersebut diupayahkan dapat dicairkan sebelum bulan Ramadan.

“BLT diberikan selama tiga bulan.Mulai dari bulan April hingga Juni. Skemanya non tunai atau cashless,” ucapnya.

Dengan adanya BLT ini, Khofifah mengatakan. Bahwa warga yang terdampak diupayahkan untuk mendapatkan bantuan yang merata. Sebab bagi yang menerima BLT juga memiliki Kreteria.

Yaitu keluarga yang menerima BLT merupakan keluarga muskin yang tidak menerima Bantuan pangan Non Tunai (BPNT). Kemudian mereka juga belum mendapatkan Program keluarga Harapan (PKH) dan bukan menerima program pra kerja.

Namun mereka adalah keluarga yang terdampak COVID-19 dengan kehilangan mata pencaharian.dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit kronis.

Maka dari itu.lanjut Khofifah.ia meminta kepada seluruh kepala desa dan pemerintah kabupaten/Kota dapat segera merampungkan data penerima BLT.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Mohammad Yasin mengatakan bahwa sesuai dengan arahan dari pusat menyaluran BLT ini melalui Skema non tunai.

“Sistemnya sudah tidak tunai. Nanti yang melakukan pendataan adalah tim relawan desa. Mereka yang memverifikasikan dan memvalidasi jangan sampai ada yang dapat Dobble,” kata Yasin.

ROKIM.

Share.

About Author

Leave A Reply