Ridwan Kamil Menilai PSBB Depok Belum Maksimal

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK — Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil didampingi Wali Kota Depok Mohammad Idris memantau langsung pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (15/4), di perbatasan Depok-Kabupaten Bogor tepatnya di wilayah Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Selanjutnya, Ridwan Kamil juga meninjau pos check point di beberapa titik yakni, di Jalan Kerinci, Sukmajaya. Bahkan dia
menilai pelaksanaan PSBB di Kota Depok belum maksimal. Karena, banyak masyarakat yang masih melanggar, seperti lalulalang di jalanan.

“Jadi, dari hasil riset universitas, bilamana PSBB ini dijalankan dengan disiplin, maka akhir Juni sudah memasuki trendnya turun. Namun, bila PSBB tidak diikuti oleh perusahaan yang masih bandel, mereka yang tidak jaga jarak, itu mungkin bulan setelah Juni, isu COVID-19 masih berlangsung,” ujarnya.

Ridwan Kamil juga menambahkan, bahwa kepolisian sudah mendirikan pos-pos penjagaan untuk memeriksa warga yang berkegiatan di jalan. Jadi, apabila ada warga yang melanggar, akan mendapat surat teguran.

“ Jadi, kepada mereka yang melanggar aturan, artinya mereka yang tujuannya tidak jelas, bukan kelompok yang termasuk di 8 (profesi) zona pengecualian PSBB, seperti (bidang) logistik, pangan, kesehatan, itu nanti akan diberi surat peringatan yang disebut blangko teguran, seperti surat tilang,” tandas orang nomer satu di Jawa Barat itu.

Ditempat yang sama, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengakui jika banyak warganya yang banyak melanggar PSBB di Kota Depok. Pelanggaran yang dilakukan masyarakat seperti nongkrong di warung dan banyak warga yang tidak mengunakan masker.

“Jadi, saya juga menilai PSBB di hari pertama masih banyak masalah dan meminta Satpol PP Kota Depok untuk menindak secara merata di masyarakat. Karena, masih banyak masalah dan harus dievaluasi lagi,” ujar Idris.

Sedangkan Dadang Wihana, selaku juru bicara COVID-19 Kota Depok menjelaskan, bahwa selama PSBB Pemerintah Kota Depok memastikan tidak ada blokade atau penutupan. Namun yang ada adalah chek point.

“Jadi, kami tidak ada blokade atau penutupan jalan di Depok selama PSBB. Yang ada adalah pengawasan di setiap cek point,” jelasnya.

Dadang menambahkan, bahwa selama PSBB leading point untuk pengamanan dan pengaturan lalulintas ada di Polres Metro Depok. Dibantu oleh Kodim 0508/Depok, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Depok.

“Artinya, untuk pengaturan lalulintas, pihaknya akan mendirikan banyak chek point yaitu di semua perbatasan dan didalam kota. Jadi, fungsi dari cek point adalah untuk melihat konsistensi masyarakat dari segi aturan transportasi,” pungkas Kadishub Kota Depok itu.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply