Terdakwa Aluisius Dwipa Subiantoro Jalani Sidang

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Radaronline.id, SURABAYA – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, kembali menggelar persidangan secara on-line.

Terdakwa Aluisius Dwipa Subiantoro karyawan Bank Danamon dengan perkara dugaan membuat catatan palsu dalam proses laporan dalam dokumen pengajuan kredit yang dilakukan oleh, PT. Indo Putra Kencana.

Sidang digelar diruang Candra PN Surabaya, pada Selasa (14/4).

Darwis selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, membacakan dakwaanya. Dalam dakwaan terdakwa dengan sengaja membantu PT. IPK dengan membuatkan catatan palsu dalam syarat pemenuhan pengajuan pinjaman sebesar Rp 12 miliard.

Pengajuan pinjaman PT.IPK lantaran, take over dari Bank Mandiri dengan pinjaman sebesar 10 milyard.

Lebih lanjut, sehubungan PT.IPK adalah nasabah baru maka terdakwa mengarahkan guna top-up sehingga PT.IPK termasuk menjadi nasabah exciting selanjutnya, PT.IPK bisa mengajukan pinjaman sebesar 30 Milyard.

Terdakwa disangka melakukan pengajuan kredit tanpa diketahui dari Kantor Jasa Publik sehingga, mengakibatkan Bank Danamon mengalami kerugian.

Dalam perkara ini, Jaksa menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 49 ayat (2) huruf b Undang-Undang nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan.

Secara terpisah, Penasehat Hukum terdakwa, mengatakan, bahwa dakwaan Jaksa yang ditujukan kliennya, itu tidaklah benar. ” Kliennya adalah karyawan paling bawah dalam struktural diBank Danamon. “Ada beberapa karyawan, yang semestinya lebih bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam perkara ini, nasabah juga tidak turut menjadi terdakwa.

Untuk agenda sidang selanjutnya ia akan melakukan eksepsi dakwaan Jaksa serta berupaya mengajukan pengalihan atau penangguhan penahanan.

Terdakwa masih memiliki anak yang masih kecil mas, kasihan juga pungkasnya.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply